Karyakepri.com
Editor's Picks Kepri Nasional

BC Gagalkan Penyelundupan solar High Speed Diesel yang Dilakukan Taug Boat Berbendera Singapura

Petugas patroli Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) Kepulauan Riau (Kepri) berhasil mengungkap aksi penyelundupan yang akan dilakukan kapal TB Pioneer Conqueror berbendera Singapura dan KM samudera berbendera Indonesia.(Photo:Ist)

KARIMUN, KARYAKEPRI.com – Petugas patroli Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) Kepulauan Riau (Kepri) berhasil mengungkap aksi penyelundupan yang akan dilakukan kapal TB Pioneer Conqueror berbendera Singapura dan KM samudera berbendera Indonesia.

Penangkapan ini dilakukan berkat koordinasi antara BC Khusus Kepri dan BC Batam di perairan Batu Aji Kemarin.

Kepala Kanwil DJBC Kepri Agus Yulianto mengatakan aksi ini merupakan transaksi pindah muat barang berupa solar High Speed Diesel (HSD) sebanyak 20 ton dengan nilai barang Rp 249.860.877 dan memiliki potensi kerugian hingga Rp 31.232.609.

“20 ton solar HSD ini berusaha untuk dipindahmuatkan dari TB Pioneer Conqueror berbendera Singapura ke kapal kayu KM Samudera berbendera Indonesia,” kata Agus Yulianto melalui telepon, Kamis (4/6/2020).

Petugas patroli Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) Kepulauan Riau (Kepri) berhasil mengungkap aksi penyelundupan yang akan dilakukan kapal TB Pioneer Conqueror berbendera Singapura dan KM samudera berbendera Indonesia.(Photo:Ist)

Agus mengatakan berdasarkan informasi yang diterima, terdapat kapal kayu yang tidak mengaktifkan instrument AIS yang diduga memuat barang dari perairan Singapura yang mengarah ke perairan Nongsa.

Dikatakan Agus, setelah dilakukan pemantauan, kapal tersebut telah memasuki perairan Indonesia pada pukul 13.51 WIB, kemudian menindaklanjuti informasi tersebut, Satgas Patroli Laut BC mendekati kapal tersebut.

“Sekitar pukul 14.15 WIB, Satgas Patroli Laut BC melihat sebuah kapal kayu dengan ciri-ciri yang mirip dengan informasi yang didapat, kemudian Satgas Patroli Laut BC segera melakukan pengejaran atas kapal kayu tersebut,” terang Agus.

Hingga akhirnya didapati kedua sarana pengangkut tersebut mencoba untuk membongkar muatan barang (Impor) di luar kawasan pabean tanpa dilengkapi izin kepala kantor pabean.

Tindakan ini tentunya melanggar Undang-undang (UU) No.17 Tahun 2006 Perubahan atas Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan pasal 102 huruf f.

“Untungnya upaya penyelundupan barang impor lebih dulu diketahui sehingga berhasil digagalkan,” terang Agus.

Untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, terhadap muatan dan penyelesaian terhadap pelanggaran sarana pengangkut TB Pioneer Conqueror berbendera Singapura dan KM samudera berbendera Indonesia dibawa menuju Kantor Wilayah DJBC Khusus Kepri.

“Kasus tersebut saat ini telah dalam proses penyidikan terkait dugaan tindak pidana di bidang Kepabeanan sesuai Undang-Undang No. 17 Tahun 2006 Tentang Perubahan Atas UndangUndang Nomor 10 Tahun 1995 Tentang Kepabeanan pasal 102 huruf f karena melakukan bongkar muat barang impor di luar kawasan pabean tanpa dilindungi dengan dokumen pabea,” pungkas Agus. (tam)