Karyakepri.com
Editor's Picks Tanjungpinang

Dibawa Kabur dan Diajak Berhubungan Badan, Remaja Batam Terkesimah saat Berkenalan di Media Sosialnya

Pelaku Cabul.(photo:Ist)

BATAM, KARYAKEPRI.com – RT (16) seorang remaja di Batam, Kepulauan Riau (Kepri) dibawa kabur dan diajak berhubungan badan dengan laki-laki yang baru saja dikenalnya dari jejaring sosial.

Bahkan dari kejadian ini, RT nyaris dilaporkan hilang oleh keluarganya karena telah tiga hari tidak pulang kerumahnya.

Tidak itu saja, RT juga diketahui telah melakukan perbuatan orang dewasa bersama laki-laki yang baru dikenalnya melalui jejaring sosial tersebut.

Kasubdit IV Ditreskrimum Polda Kepri, AKBP Dhani Catra Nugraha menjelaskan kejadian ini berawal saat RT yang pergi dari rumahnya sejak Senin (1/6/2020) kemarin tidak kunjung pulang.

“Dari sana pihak keluarga mengaku cemas dan melaporkan kejadian ini kepihak yang berwajib,” kata Dhani melalui telepon, Jumat (5/6/2020).

Setelah dilakukan pemeriksaan, diketahui bahwa RT pergi bersama laki-laki yang baru dikenalnya di jejaring sosial, inisial RD (20).

Hal ini diketahui setelah ponsel RT tertinggal di rumah yang kemudian dicek dan diketahuilan ada chat antara RT dan RD.

Ternyata RT kembali Kamis pagi (4/6/2020) kemarin, kemudian tim segera mengamankan tersangka RD dirumahnya yang beralamat di perumahan Bida Ayu Tanjung Piayu.

“Saat diinterogasi, RD mengakui perbuatannya, yakni membawa RT pergi dari rumahnya tanpa sepengatahuan orang tuanya,” jelas Dhani.

Bahkan selama tiga hari bersama, RD berhasil merayu dan mengajak melakukan hubungan suami istri sebanyak satu kali.

Atas perbuatannya, tersangka RD dijerat pasal 82 ayat 1 no 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak dan pasal 332 ayat 1 KUHP.

“Dengan ancaman hukuman minimal lima tahun dan maksimal 15 tahun penjara,” beber Dhani.

Dhani juga menghimbau dan berpesan kepada setiap orangtua agar selalu melakukan pengawasan dan pengontrolan terhadap aktiviyas anak-anaknya, agar kejadian ini tidak lagi terjadi.

“Orangtua harus paham membaca gelagat anak agar tidak salah pergaulan dan merugikan anak, apalagi saat ini teknologi semakin canggih, hal membuat para orangtua harua kerja ekstra dalam melakukan pengawasan terhadap anak,” pungkas Dhani.