Karyakepri.com
Editor's Picks Metro

Penetapan Nongsa Digital Park dan MRO Jadi KEK Bukan Kebijakan Baru

Tokoh Senior Partai Golkar Kepri, Taba Iskandar. (foto istimewa)

 

KARYAKEPRI.COM, BATAM – Penetapan Nongsa Digital Park (NDP) dan MRO di Bandara Hang Nadim menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dinilai bukan sebuah kebijakan yang baru.

“Sudah terlambat. Padahal sejak tahun lalu sudah dicanangkan. Perlu disampaikan ke publik sudah sejauh mana progresnya termasuk KEK RSOB (rumah sakit otorita Batam). Kemudian operasional Pelabuhan Batuampar,” kata Anggota Teknis Dewan Kawasan (DK) Taba Iskandar, Jumat (10/7/2020).

Menurutnya, MRO di Bandara Hang Nadim masih menyimpan masalah. Khususnya beberapa kebutuhan raw material dan masih banyak terjadi hambatan regulasi di Bea dan Cukai.

“Kemudian dari itu pekerjaan rumah dari Menko Perekonomian dalam rangka meningkatkan investasi dan perdagangan internasional adalah, pengintegrasian FTZ (free trade zone) Batam, Bintan dan Karimun (BBK) yang sekarang stagnan tidak ada progres,” jelasnya.

Masyarakat khususnya pengusaha, lanjutnya, menunggu gebrakan-gebrakan yang dilakukan Wali Kota Batam sejak menjadi ex officio Kepala BP Batam.

Di antaranya, tentang pelayanan satu atap. Kemudian operasional Pelabuhan Batuampar, realisasi rencana empat KEK (bandara, digital park, RSOB dan IT Centre) dan penyelesaian masalah aset yang harus diserahkan ke Pemko Batam.

“Kemudian selama kurun waktu semester pertama tahun 2020 ini, sudah berapa nilai investasi yang masuk dan berapa yang sudah terealisasi,” ujar Anggota DPRD Kepri ini. (iwan)