Karyakepri.com
Editor's Picks Karimun

Toko Buku di Karimun Sepi Pembeli

KARYAKEPRI.COM, KARIMUN – Pandemi Covid-19 pengaruhi penjualan alat tulis di Kabupaten Karimun. Penurunan itu dirasakan toko-toko penyedia alat tulis hingga mencapai 50 persen dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Suasana itu terlihat di dua toko peralatan tulis di wilayah Kabupaten Karimun. Pantauan KARYAKEPRI.COM, menjelang tahun ajaran baru yang biasanya ramai pembeli, kini hanya terlihat sejumlah orang tua saja.

“Dipersentase kan itu menurun 50 persen lah dari sebelumnya, biasa sehari sebelum masuk sekolah kita tidak ada jeda melayani seperti ini,”ujar karyawan salah satu toko buku Siang, Rena Fitriani, Minggu (12/7).

Ia mengatakan, kondisi ini jauh berbeda jika banding pada tahun-tahun sebelumnya. Di mana toko nya mampu menjual 6 dus untuk satu jenis buku tulis.

“Sekarang hanya terjual 3 dus buku saja sehari, biasa hingga 6 dus untuk satu jenis buku perharinya. Para orang tua kalau beli buku untuk sementara aja katanya, karena anak sekolah belum sepenuhnya belajar normal. Apalagi anak-anak selama ini belajar online,” katanya.

Ia mengatakan, biasanya para orang tua sudah membanjiri toko sejak dua minggu menjelang tahun ajaran baru. Saat ini, menurutnya hanya sejumlah orangbtua saja yang datang ke toko untuk membeli peralatan toko.

“Beberapa minggu mau masuk sekolah itu sudah ramai, kalau ini masih sepi adapun sekarang hanya beberapa saja,”ungkapnya.

Namun demikian, jika penjualan buku tulis dan beberapa kebutuhan sekolah sangat menurun tahun ini, perlengkapan menggambar dan mewarnai justru mengalami peningkatan sejak kebijakan belajar dari rumah diterapkan.

“Karena para orang tua bilang anaknya bosan, jadi mencari buku menggambar, mewarnai untuk kegiatan anak-anak,”kata dia.

Sementara salah seorang wali murid, Indah Suryani mengatakan, kebutuhan akan perlengkapan sekolah kedua anaknya memang tidak sebanyak di saat sebelum masa COVID-19.

“Untuk yang SD saja, buku yang diperlukan tidak terlalu banyak karena itu hanya persiapan aja jelang belajar tatap muka. Sedangkan anak saya yang SMA masih belajar secara daring atau online,”
katanya. (ricky)