Karyakepri.com
Editor's Picks Karimun

Karimun Ekspor Kelapa ke Malaysia

 

KARYAKEPRI.COM, KARIMUN – Kabupaten Karimun melalui PT Saricotama Indonesia kembali melepas ekspor produk pertanian berupa bangkil kelapa ke negara Malaysia, Rabu (15/7/2020).

Pelepasan ekspor bangkil kelapa itu menandai tren ekspor pertanian di Kabupaten Karimun pada triwulan 1 positif dengan persentase sebesar 8 persen.

Kepala Badan Karantina Pertanian RI Ali Jamil mengatakan, ekspor komoditas unggulan di Karimun itu dilakukan dalam bentuk olahan setengah jadi, masing-masing meliputi 35 ton bungkil dan 5 ton komoditas air kelapa menuju negara Malaysia.

“Ini kita melepas bungkil kelapa volumenya sekitar 35 ton ke Malaysia termasuk air kelapa ada 5 ton, juga tadi ada tambahan dari perusahaan lain berupa kulit bakau ke Fliphina,” kata Jamil usai meninjau aktivitas ekspor tersebut.

Untuk komoditas kelapa, kata Jamil, perusahaan eksportir di Karimun mampu melakukan pengiriman sebanyak empat kali dalam sepekan dengan estimasi mencapai 1.000 ton untuk setiap minggu.

“Satu minggu itu empat kali berangkat hampir 1.000 ton bahan kelapa kita kirim. Jadi kami atas arahan pak menteri tentu kedepan kalau bisa ini bahan setengah jadi, minimal,” katanya.

Ali menyebutkan, pihaknya saat ini tengah mendorong perusahaan yang terlibat dalam eksportir produk pertanian terhadap eksplorasi lainnya yang bisa dihasilkan dari komoditas kelapa.

“Artinya kami tadi sudah sampaikan, mungkin bisa mengembangkan industrinya, nanti bukan lagi hanya bungkil kelapa saja tapi misalnya santan, tepung kelapa, atau kelapa parut kering, atau nanti bahkan minyak kelapa.

“Itu juga bisa menjadi nilai tambah terhadap komoditas pertanian kita, daya belinya ke petani juga bisa ditingkatkan,” katanya.

Hal ini, kata dia, juga sejalan dengan program yang tengah di galakan oleh kementerian pertanian melalui jargon gerakan tiga kali ekspor (Gratiks).

“Pak menteri merancang ekspor kita itu harus kita capai 300 persen, standing nya adalah posisi 2019. Jadi kalau 400 triliun ekspor pertanian di 2019, harapan tahun ke tahun meningkat. Kalau 300 persen mendekati Rp 1.200 (triliun) lah,” katanya.

Semester I, Tren Ekspor Pertanian Karimun Positif

Dari data lalulintas komoditas pertanian yang tercatat pada sistem perkarantinaan, Indonesia Quarantine Full Automatic System (IQFAST) fasilitas ekspor produk pertanian asal Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau menunjukan tren positif sebesar 8 persen.

Adapun Total volume produk ekspor sebanyak 2,807 ton atau meningkat 207 ton dibandingkan capaian pada periode yang sama pada tahun sebelumnya yaitu 2,6 ribu ton.

“Ini merupakan angin segar bagi sekaligus menjadi bukti bahwa sektor pertanian mampu menjadi penyangga ekonomi di masa serba terbatas akibat pandemi,” kata Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan), Kementerian Pertanian, Ali Jamil.

Jamil menjelaskan bahwa sesuai dengan program strategis yang digagas oleh Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, yakni Gerakan Tigakali Lipat Ekspor Produk Pertanian, pihaknya selaku otoritas karantina bertugas untuk melakukan percepatan layanan perkarantinaan.

“Tidak hanya cepat, namun juga harus dapat memastikan bahwa komoditas pertanian yang diekspor telah memenuhi persyaratan sanitari dan fitosanitari sehingga dapat diterima di negara tujuan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Karantina Pertanian Tanjungbalai Karimun Willy Yunan yang mendampingi kunjungan kerja kali ini menjelaskan bahwa nilai ekspor Kabupaten Karimun tahun 2020 hingga Juni telah mencapai sekitar Rp. 33,3 miliar.

“Jumlah itu terdiri dari ragam komoditas ekspor didominasi oleh sub sektor perkebunan yaitu melalui produk olahan kelapa. Sedangkan ragam komoditas lainnya yang diekspor diantaranya olahan- olahan kayu, alpukat, sarang burung walet, madu dan petai,” katanya.

Willy mengatakan, pihaknya selain mendorong kelancaran dan peningkatan ekspor pertanian di Karimun, juga melakukan pengawasan, pengendalian hama dan penyakit hewan dan tumbuhan di beberapa lokasi seperti di Pelabuhan Laut Tanjung Balai Karimun, Bandara Sei Bati, Pelabuhan Laut Tanjung Batu, Moro, Parit Rempak, Tanjung Berlian (Urung), Tanjung Maqom (Selat Belia) dan di Kantor Pos Tanjung Balai Karimun. (ricky)