Karyakepri.com
Editor's Picks Tanjungpinang

Tim Gabungan Gagalkan 34,8 Kg Sabu di Perairan Lagoi Bintan

KARYAKEPRI.COM, TANJUNGPINANG – Tim F1QR Gabungan Koarmada I yang terdiri dari F1QR Lantamal IV Tanjungpinang dan F1QR Lanal Batam menggagalkan narkoba jenis sabu 38,4 kg dan 40 ribu pil ekstasi, Rabu (15/7/2020) sekira pukul 23.30 diperairan perairan Lagoi Bintan Utara.

Diduga narkoba berasal dari Malaysia yang akan diselundupkan ke Kepulauan Riau. Dalam pengungkapan ini diamankan satu terduga pelaku berinisial i yang merupakan warga Batam.

Panglima Koarmada I Laksda TNI Ahmadi Heri Purwono mengatakan, pengungkapan ini bermula dari informasi dari intelijen kemudian diteruskan ke staf operasi untuk dilaksanakan penangkapan oleh Tim F1QR gabungan Koarmada I yang terdiri dari F1QR Lantamal IV dan Tim F1QR Lanal Batam.

Sekira pukul 17.00 Wib F1QR Lanal Batam berkumpul di Sagulung Batam sedangkan Tim F1QR Lantamal IV Tanjungpinang berkumpul di Tanjung Uban masing-masing. Tim bergerak menuju posisi penyekatan di perairan Lagoi Bintan Utara.

“Penangkapan ini merupakan hasil dari sinergitas berupa info sharing antara Polresta Barelang dengan TNI AL yaitu Lantamal IV dan Lanal Batam,” katanya Kamis (16/7/2020).

Lanjutnya, pada pukul 18.00 Wib. Tim tiba di posisi penyekatan diperairan Lagoi selanjutnya tim stanby dan memantau sekitar perairan Lagoi.

F1QR Lanal Batam berada diposisi antara perairan Pengerang Malaysia dan Indonesia Tim F1QR Lantamal IV berada di posisi 6 Mil diatas Berakit.

“Sekira 23.05, Tim melihat satu buah speed boat melaju dengan kecepatan tinggi dan dari Malaysia menuju ke arah Perairan OPL,” jelasnya.

Selanjutnya tim melaksanakan pengejaran, terlihat pelaku membuang berberapa kantong karung plastik ke laut. Tim bergerak cepat dan mengamankan satu pelaku.

Pangkoarmada I mengungkapkan, sekira pukul 23.45 Wib. selanjutnya Tim melaksanakan pencarian barang bukti yang di buang ke laut di Perairan Lagoi dan temukan tiga buah kantong plastik diperkirakan berisi narkoba jenis sabu-sabu dan pil ekstasi.

“Dari perhitungan till 38,4 kg dan 40 ribu ekstasi, setelah ini narkoba akan diserahkan ke Polda Kepri,” ungkapnya.

Lanjutnya, penyelundupan narkotika jaringan internasional di daerah perbatasan sepanjang selat Malaka dan selat Singapura ini trennya terus berulang dengan cara-cara yang bervariasi, memanfaatkan kelengahan petugas.

“Kasus ini merupakan kasus keempat selama satu bulan terakhir, yaitu di Tanjung Balai Karimun, Batam, Tanjung Balai Asahan dan saat ini di Bintan Tanjungpinang,” ujarnya.

Pangkoarmada I menuturkan, dari pemeriksaan awal pengakuan pelaku sudah beraksi sebanyak 15 kali dengan perkilonya diupah dengan 6 ribu Ringgit.

“Koarmada I tidak akan pernah berhenti dan tidak pernah gentar untuk menghentikan praktek illegal seperti penyelundupan narkotika ini dengan melakukan sinergitas dengan seluruh stake holder kemaritiman dan kerjasama dengan negara tetangga, terlebih asal barang haram tersebut selalunya dari seberang,” pungkasnya.(momond)