Karyakepri.com
Editor's Picks Karimun

Digelar di tengah Pandemi Covid-19, Ini Aturan BKN Terkait Pelaksanaan SKB CPNS

BKN merilis prosedur penyelenggaraan seleksi dengan metode CAT dengan penerapan protokol kesehatan Covid-19. (foto : ricky)

KARYAKEPRI.COM, KARIMUN – Badan Kepegawaian Negara (BKN) merilis prosedur penyelenggaraan seleksi dengan metode Computer Assisted Test (CAT) dengan penerapan protokol kesehatan Covid-19.

Prosedur pelaksanaan dikeluarkan BKN pada 2 Juli 2020 itu mengatur secara keseluruhan teknis pelaksanaan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) CPNS 2020, baik untuk peserta maupun penyelenggara.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Karimun Sudarmadi mengatakan, prosedur pelaksanaan SKB CPNS yang dikeluarkan BKN itu bertujuan untuk menjamin efektifitas, efisiensi dan kelancaran penyelenggaraan seleksi dengan protokol kesehatan.

“Sesuai intruksi Menpan pelaksanaan SKB harus menerapkan protokol kesehatan. Sehingga ada beberapa teknis yang diubah serta ditambah, sehingga harus diketahui peserta nanti,” kata Sudarmadi, Senin (20/7/2020).

Ia menjelaskan, terdapat aturan terkait protokol kesehatan yang harus dipatuhi oleh peserta maupun penyelenggara sebelum ikut serta dalam seleksi SKB. Aturan itu, untuk memastikan peserta dan penyelenggara bebas dari Covid -19.

“Salah satu aturan itu ialah penyelenggara dan peserta harus dalam keadaan sehat. Penyiapan sarana dan prasaran cuci tangan, alat pengukur suhu dan APD,” kata Sudarmadi.

Selain itu, untuk masuk ke lokasi ujian, batas suhu tubuh peserta dan penyelenggara juga diatur, dimana batas maksimalnya ialah 37,3 derajat Celcius dengan 2 kali pemeriksaan.

“Batas suhu tubuh untuk peserta dan penyelenggara 37,3 derajat. Apabila terdapat melebihi dari batas ketentuan itu, untuk peserta akan melaksanakan ujian di ruang khusus yang telah disiapkan, jadi mereka tetap dapat kesempatan ikuti ujian, namun di ruang khusus,” katanya.

Ia mengatakan, untuk sesi ujian juga akan dilakukan penambahan yang pada normalnya ujian akan digelar pada 5 sesi, berkemungkinan nanti akan menjadi 7 sesi.

“Ini masih kita lihat, kalau sebelum Covid itu peserta diruangan ada 200, mungkin saja nanti 50 orang. Sehingga akan ada penambahan sesi dan jarak tempat duduk peserta juga diatur dengan minimal 1 meter,” katanya.

Sudarmadi menambahkan, nantinya juga peserta dianjurkan melakukan isolasi mandiri mulai 14 hari sebelum pelaksanaan seleksi. Meski, bersifat anjuran, hal itu diharapkan dapat dilaksanakan oleh peserta ujian.

Selain itu, untuk peserta di luar Kabupaten Karimun, diwajibkan untuk mengikuti ketentuan protokol perjalanan yang ditetapkan pemerintah.

“Jadi harus ada bukti surat Rapid Test. Namun ini masih kita bahas, apakah seluruhnya menerapkan atau peserta dari luar daerah saja,” katanya.

Ia menyebutkan, untuk mencegah adanya kerumunan masa nantinya, sistem pengumuman hasil SKB juga dilakukan secara livescore melalui media online streaming.

“Jadi menghindari terjadi kontak langsung, kita siapkan website media online untuk streaming livescore. Hasilnya tetap disaksikan langsung dilokasi,” katanya.

(ricky)