Karyakepri.com
Editor's Picks Tanjungpinang

Anggie Nadia Terdakwa Arisan Online Di Hukum 4 Bulan Penjara

KARYAKEPRI.COM, TANJUNGPINANG – Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tanjungpinang menjatuhkan hukuman kepada Anggie Nadia terdakwa penipuan berkedok arisan online selama empat bulan penjara, Selasa (21/7/2020).

Dalam putusan yang dibacakan oleh, Ketua Majelis Hakim, Corpioner didampingi Majelis Hakim Anggota Risbarita Manurung dan Eduard Sihaloho menyatakan, terdakwa terbukti bersalah secara sah dan meyakinkan bersala melakukan penipuan terhadap sejumlah korban, sebagaimana melanggar pasal 378 KUHP tentang penipuan.

“Menjatuhkan hukuman kepada terdakwa dengan hukuman selama empat bulan penjara,” katanya.

Usai membacakan putusan itu, Corpioner meminta terdakwa untuk mengembalikan uang seluruh anggota yang menjadi korban dalam arisan ini.

“Kembalikan uang mereka, agar kamu tidak dilaporkan dan masuk penjara kembali,” ujarnya.

Atas putusan itu, terdakwa langsung dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Destia menerima, yang sebelumnya JPU menuntut terdakwa dengan tuntutan lima bulan penjara.

Dalam dakwaan JPU, Aridansyah Kusuma Jaya melihat postingan oleh rekan terdakwa Eydelwis tentang arisan, kemudian korban menanyakan kepada Eydelwis tetapi menyuruh korban untuk melihat di media sosial Instagram (IG) dengan nama akun Arisan Online Trusted.

Selanjutnya saksi Eydelwis bergabung pada permainan arisan tersebut dan masuk ke dalam group whatsaap Chat. Di dalam group chat tersebut terdakwa mengirim tulisan pemberitahuan perihal arisan Penta Rp 5JT Kl02 Exclusiv yang akan di mulai dimulai sejak tanggal 30 September 2019.

Dalam memainkan arisan saksi Aridansyah pada tanggal 28 september 2019 telah melakukan penyetoran uang arisan kepada terdakwa sebesar Rp. 6.650.000, termasuk biaya administrasi.

Kemudian Aridansyah kembali melakukan setoran kedua untuk arisan pada tanggal 30 Oktober 2019 sebesar Rp. 5.950.000.

Selanjutnya Aridansyah kembali melakukan Setoran ketiga untuk arisan pada tanggal 01 Desember 2019 sebesar Rp. 5.950.000 sehingga jumlah total uang yang terdakwa terima sebesar Rp. 18.550.000.

Kemudian pada tanggal 30 Desember 2019 arisan diputar dan saksi Aridansyah urutan ke 4 yang seharusnya mendapatkan uang arisan sebesar Rp. 35 juta. Namun sampai pada waktu yang disepakati dalam permainan arisan terdakwa belum memyetorkan uang milik korban.

Tetapi pada tanggal 7 Januari 2020 terdakwa baru menyetorkan uang arisan yang diperoleh oleh korban hanya sebesar Rp 10 juta.

Tidak hanya itu korban juga mengikuti arisan lainnya, dimana setiap peserta mendapatkan Iphone XI pro 256 GB, dimana setiap bulannya membayar Rp 2,5 juta. Tapi tiba -tiba terdakwa menghentikan secara sepihak arisan ini. Sehingga korban mengalami kerugian Rp 15.650.000.

(momond)