Karyakepri.com
Editor's Picks Karimun

Pandemi Covid-19, Penjualan Hewan Kurban di Karimun Turun 50 Persen

Penjualan hewan kurban di Kabupaten Karimun tahun ini menurun 50 persen. (foto : ricky/karyakepri.com)

KARYAKEPRI.COM, KARIMUN – Penjualan hewan kurban di Kabupaten Karimun tahun ini menurun karena pandemi Covid-19.  Hal itu terlihat dari berkurangnya permintaan sapi dari masjid-masjid di Karimun. Bahkan, pelanggan-pelanggan yang biasanya memesan hewan kurban pun turut mengurangi pemesanannya.

Muhammad Fauzi, pedagang hewan kurban di Wonosari mengatakan, penjualan sapi kurban pada Idul Adha tahun 2020 mengalami penurunan sebesar 50 persen dibanding tahun lalu.

“Turun 50 persen, penyebabnya karena pandemi Covid-19 ini. Kita ketahui sendiri perekonomian masyarakat saat ini alami penurunan, untuk kebutuhan saja masyarakat bercukupan,” kata Fauzi, Selasa (21/7/2020).

Pada tahun 2019 lalu, biasanya ia mendatangkan sekitar 50 ekor sapi kurban untuk mencukupi permintaan di Kabupaten Karimun. Namun, di tahun ini, pihaknya hanya dapat mendatangkan 22 ekor sapi saja.

“Kalau sebelum-sebelumnya paling sedikit 40 ekor,” ujarnya.

Di tahun ini, katanya, pelanggan tetap memang mengurangi permintaan. Ada yang mengurangi 50 persen dan bahkan ada yang belum memesan sama sekali.

“Sekarang empat jadi dua, atau tiga jadi dua ekor. Bahkan ada juga yang tak ambil sama sekali. Ada masjid yang biasanya tiga, tapi tahun ini satu pun belum ada,” katanya.

Meski demikian, dikatakan Fauzi, walaupun terjadi penurunan yang cukup besar terhadap permintaan hewan kurban, hal itu belum terlalu mempengaruhi pendapatannya.

Fauzi mengaku dirinya tidak mengalami kerugian yang banyak. Pasalnya harga yang diterapkan oleh peternak juga rendah dibandingkan tahun-tahun sebelum pandemi Covid-19.

“Harga lebih murah tahun ini dibanding tahun kemarin. Dengan kondisi saat ini, peternak juga tidak mau menahan penjualan. Untuk harga penjualan kita di Karimun tetap,” katanya.

Fauzi menyebutkan, untuk satu ekor sapi saat ini dijual dengan harga Rp 18 Juta hingga 26 Juta. Namun, pembeli lebih mmilih sapi dwngan harga Rp 20 juta sampai Rp 22 juta.

Fauzi sendiri mendatangkan hewan kurban jenis sapi bali dari Provinsi Riau. Ia menyebutkan masyarakat Karimun lebih menyukai sapi bali untuk kurban.

“Kalau di Karimun sapi bali memang jadi idolanya karena kualitasnya sudah bagus,” katanya.

(ricky)