Karyakepri.com
Editor's Picks Karimun

Security Korban Penganiayaan Bantah Jual Handphone Rusak

Security RSUD Muhammad Sani, Ariyandi. (foto : ricky/karyakepri.com)

KARYAKEPRI.COM, KARIMUN – Pemukulan dan perampasan dilakukan dua pemuda berinisial Ap dan Mm terhadap security RSUD Muhammad Sani Ariyandi diduga salah sasaran.

Dijumpai Rabu (22/7/2020), Ariyandi mengaku dirinya menjadi korban pemukulan dan perampasan itu tanpa mengetahui kesalahan dirinya.

Pasalnya, handphone yang dijualnya tersebut memang dalam keadaan rusak ke seorang oknum dengan nama akun Indosat Ooredo di media sosial Facebook.

“Awalnya saya memang menjual handphone Iphone 7 plus yang saya miliki itu ke pihak kedua seharga Rp100 ribu. Saat dijual handphone itu memang sudah rusak dan saya mengatakan kalau mau diambil silahkan, kalau tidak mau juga tidak apa-apa,” kata Ariyandi, Rabu (22/7/2020).

Namun pihak kedua yang membeli Hp tersebut ternyata kembali menjual kepada pihak ketiga dalam hal ini pelaku pemukulan dengan harga Rp 550 ribu.

“Saya hanya meluruskan, bukan saya yang menjual hp tersebut kepada pelaku. Yang menjual hp tersebut pihak kedua yang saat ini telah menghapus akun dan tidak diketahui keberadaannya,” katanya.

Disebutkan juga bahwa, orang membeli Iphone tersebut seorang pria dengan badan besar dan menggunakan sepeda motor mio soul warna hijau.

“Waktunya seminggu sebelum saya dipukul,” katanya.

Kejadian pemukulan itu, juga membuat dirinya bingung dan bertanya-tanya. Pasalnya, dia tidak pernah bertemu dan menjual handphone pada pelaku.

Aryandi mengaku tiba-tiba dirinya dihubungi dan didatangi ke tempat kerjanya di RSUD Muhammad Sani oleh sejumlah orang. Mempertanyakan perihal handphone rusak tersebut.

“Soal handphone itu saya tidak tau lagi, soalnya saya udah jual. Tapi saya tidak jual ke orang itu (pelaku), jadi saya juga bingung saat ditanya. Pelaku juga sempat kebingungan saat ketemu saya,” katanya.

Akibat, kesalahpahaman antara korban Ariyandi dan pelaku, pemukulan itupun terjadi.

“Saya dipukul dibagian belakang, di dada, leher, dan mulut juga,” kata Ariyandi.

Ariyandi juga menyatakan bahwa dirinya tidak melakukan penipuan. Bahkan, dirinya menyebutkan tidak mengetahui hp tersebut kembali dijual oleh pihak kedua yang hingga saat ini tidak diketahui keberadaannya.

“Saya mau meluruskan, bahwa saya tidak bersalah. Saya ini korban, tapi kok kenapa saya yang seolah-olah bersalah dan saya yang menjual handphone rusak itu pada mereka (pelaku). Jelas-jelas saya tidak pernah bertemu dan apalagi jual ke mereka,” katanya.

(ricky)