Karyakepri.com
Editor's Picks Metro

Prostitusi Online di Batuaji, Pelajar Bertarif Rp500 Ribu Sekali Kencan

Kapolsek Batu Aji Kompol Jun Chaidir menunjukkan barang bukti yang disita dari kasus prostitusi online anak di bawah umur saat ekspose di Mapolsek Batuaji, Selasa (28/7/2020). (Foto: ist)

KARYAKEPRI.COM, BATAM – Tim buser Polsek Batuaji mengungkap kasus prostitusi online yang melibatkan pelajar di salah satu wisma kawasan Mitra Mall, Rabu (27/7/2020).

Polisi mengamankan dua pelaku berinisial RS dan ML. Dalam aksinya, dua pria pengangguran ini menawarkan jasa prostitusi online via aplikasi MiChat

“Bisnis prostitusi online ini melibatkan korban anak di bawah umur yang berstatus pelajar,” kata Kapolsek Batu Aji Kompol Jun Chaidir saat ekspose di Mapolsek Batuaji, Selasa (28/7/2020).

Kasus praktik prostitusi online terkuak berkat informasi dari masyarakat terkait maraknya praktik ilegal itu.

“Kami dapat informasi ada praktik prostitusi online yang melibatkan anak di bawah umur di wisma tesebut,” ujarnya.

Pengungkapan kasus ini bermula dari penyamaran yang dilakukan oleh polisi menjadi pria hidung belang, dan memesan pekerja seks komersial (PSK) anak di bawah umur.

Dari komunikasi polisi melalui aplikasi via MiChat dengan pelaku RS, disepakati PSK anak di bawah umur dengan tarif Rp500 ribu per orang sekali kencan.

“Anggota polisi yang menyamar langsung masuk ke kamar 207 dan membayar uang jasa Rp 1 juta kepada RS, setelah ada transaksi pelaku langsung kami diamankan,” katanya.

Dari keterangan korban DN, ia berstatus pelajar. Namun karena pandemi corona dan belum masuk sekolah, ia terpengaruh pergaulan bebas dan berkenalan dengan kedua pelaku.

“Diduga korban berasal dari keluarga yang sedang ada masalah dan minim pengawasan dari orangtua,” katanya.

Atas perbuatannya kedua pelaku dijerat pasal 76 b jo 88 UU RI Nomor 35 Tahun 2008 perubahan tentang UU RI Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman 15 tahun penjara.

(atm)