Karyakepri.com
Editor's Picks Karimun

Muncul Kasus Covid-19 Baru, Sekolah di Karimun Kembali Diliburkan

Bupati Karimun Aunur Rafiq. (Foto: istimewa)

KARYAKEPRI.COM, KARIMUN – Pemerintah Kabupaten Karimun kembali meliburkan sekolah karena munculnya kasus Covid-19 baru.

Penutupan sementara itu dilakukan selama 3 hari untuk melihat kondisi perkembangan kasus di Kabupaten Karimun. Perihal itu disampaikan Bupati Karimun Aunur Rafiq dijumpai di sela kegiatan, Minggu (2/7/2020).

Seperti diketahui, saat ini proses belajar mengajar di Karimun mulai dilakukan swcara tatap muka, khususnya untuk satuan pendidikan jenjang SMP.

Baca juga:

Masyarakat Pertanyakan Acara Tepung Tawar Isdianto di Gedung Daerah

Proses belajar di sekolah berjalan dengan penerapan protokol kesehatan. Setiap ruang belajar, jumlah siswa juga dibatasi dan diwajibkan mengenakan masker selama dalam lingkungan sekolah.

Bupati Karimun Aunur Rafiq mengatakan, kebijakan penutupan sekolah itu diambil dengan pertimbangan kesehatan.

“Iya sekolah sementara ini kita tutup menyusul ditemukannya kasus baru positif Covid-19 di Kundur. Saya sudah menginteruksikan pak Kadisdik untuk tutup sekolah selama 3 hari,” kata Rafiq.

Ia menjelaskan, pihaknya akan melihat kondisi perkembangan kasus Covid-19 di Karimun beberapa hari ke depan.

Baca juga:

Arsenal Juara Piala FA, Lacazette Balas Olok-olok Giroud

“Kita menunggu tracing dari Dinkes, sejumlah warga juga sudah di swab dan tinggal menunggu hasilnya. Jika ada yang positif kita akan peroanjang sampai seminggu,”kata Rafiq.

Sekolah yang akan ditutup mulai Senin hingga Rabu (5/8/2020) itu mulai SD hingga SMA sederajat.

“Meski SMA kewenangannya di bawah provinsi tapi saya tetap menyarankan agar ditutup sementara,” ujarnya.

Selain penutupan sekolah, Rafiq mengatakan untuk pengawasan di pintu masuk Kabupaten Karimun juga kembali diperketat.

“Pintu masuk Karimun seperti pelabuhan dan bandara kembali kita perketat pengawasan. Saya sudah kontak pak Danlanal selaku Ketua Satgas Laut,” kata Rafiq.

Pengetatan pengawasan di pelabuhan dan bandara itu kata Rafiq meliputi penerapan protokol kesehatan.

Warga yang akan masuk ke Karimun juga diminta untuk melengkapi surat keterangan kesehatan.

(ricky)