Karyakepri.com
Editor's Picks Tanjungpinang

Hotel Bintan Lagon Tutup, Karyawan Datangi Disnaker Bintan

Sejumlah Karyawan Hotel Bintan Lagon mendatangi Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Bintan di Tanjungpinang, Selasa (4/8/2020). (Foto: momond)

KARYAKEPRI.COM, TANJUNGPINANG – Sejumlah Karyawan Hotel Bintan Lagon mendatangi Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Bintan di Tanjungpinang, Selasa (4/8/2020).

Kepala Disnaker Kabupaten Bintan, Indra Hidayat mengatakan pekerja hotel Bintan Lagon Resort datang untuk berkonsultasi terkait rencana penutupan hotel tersebut.

Berdasarkan Infromasi yang diterima dari manajemen, bahwa hotel tersebut mengalami kerugian selama dua tahun berturut-turut.

“Ditambah dengan kondisi pendemi Covid-19 saat ini, sehingga sektor pariwisata Bintan itu mengalami kondisi yang parah,” katanya.

Lanjutnya, penutupan hotel itu dalam proses, karena sesuai aturan harus melengkapi administrasi dan bukti-bukti yang harus disampaikan kepada Disnaker dan sedang dilengkapi oleh manajemen hotel.

Salah satu yang harus dipenuhi adalah hasil audit oleh akuntan publik, terkait akan kerugian yang dialami oleh pihak perusahaan.

“Janji pihak hotel dua atau tiga hari ini akan dilengkapi mereka, administrasi yang dibutuhkan untuk pembuktian,” katanya.

Indra memaparkan, jumlah karyawan di Hotel tersebut sebanyak 500 orang, karena memang kondisi perusahaan mengalami kerugian, tetapi pihaknya tetap mengawal hal ini.

Menyikapi hal itu, Disnaker Bintan telah telah bertemu dengan pihak manajemen untuk melakukan konsolidasi dan memberikan pembinaan serta pengarahan terkait hal-hal yang harus dipenuhi untuk proses penutupan hotel tersebut.

“Ini menjadi suatu kewajiban sesuai undang-undang ketenagakerjaan,” katanya.

Ketua Pengurus Cabang Federasi Serikat Kerja Pariwisata Bintan, Mansur mengatakan, kedatangan karyawan tersebut untuk menanyakan hasil pertemuan antara pihak manajemen dengan disnaker Bintan, kemarin.

“Maka mengacu peraturan menteri ketenagakerjaan, harus membayarkan pesangon, masa kerja dan uang jasa, ada uang perumahan dan kesehatan,” ujarnya.

(momond)