Karyakepri.com
Editor's Picks Karimun

BC Kepri dan Kodam I Bukit Barisan Amankan 3.636 Roll Tekstil Ilegal

Kanwil DJBC Khusus Kepri dan Kodam I Bukit Barisan berhasil menggagalkan upaya penyeludupan Ribuan Tekstil di Tanjung Gadai, Tebing Tinggi Timur, Kepulauan Meranti, Provinsi Riau, Rabu (19/8/2020). (Foto: ricky/karyakepri.com)

KARYAKEPRI.COM, KARIMUN – Kantor Wilayah Direktorat Jendral Bea dan Cukai (DJBC) Khusus Kepri bersama Kodam I Bukit Barisan berhasil menggagalkan upaya penyeludupan Ribuan Tekstil di Tanjung Gadai, Tebing Tinggi Timur, Kepulauan Meranti, Provinsi Riau.

Ribuan tekstil itu diamankan dari hasil pengembangan kasus penegahan tekstil dilakukan Kanwil DJBC Khusus Kepri pada 18 Juli 2020 terhadap KM CH Jaya Bersama di Perairan Sungai Kampar Riau. Saat itu, petugas mengamankan 952 roll tekstil tanpa dokumen lengkap.

Kakanwil DJBC Khusus Kepri Agus Yulianto mengatakan, berdasarkan hasil pengembangan penegahan terhadap KM CH Jaya Bersama selanjutnya petugas berhasil mengungkap penimbunan ribuan tekstil.

“Setelah dilakukan pendalaman dan penyidikan lebih lanjut dari pemeriksaab saksi-saksi, analisa dan olah informasi intrlrjen atas penegahan itu kita dapati bahwa sebagian terduga pelaku berada di Tanjung Gadai dan masih terdapat barang bukti lain yang tersimpan disana,” kata Agus, Rabu (19/8/2020).

Lanjut Agus, usai melakukan penelusuran dan koordinasi bersama Kanwil DJBC Riau, KPPBC Bengkalis dan Detasemen Polisi Militer Kodam I Bukit Barisan, pada Minggu (16/8/2020) selanjutnya ditemukan 7 titik bangunan tempat penimbunan tekstil dan 1 diantaranya di Hutan.

“Di 7 titik itu kita kembali temukan 2.684 roll tekstil sehingga total keseluruhannya 3.636 roll Tekstil,” katanya.

Selain ribuan roll tekstil, Agus mengatakan pihaknya juga menemukan beberapa box spare parts mobil.

“Ada beberapa spare parts mobil yang kita amankan. Barang- barang itu turut kita amankan dan kini telah disimpan di Gudang Kanwil DJBC Riau,” katanya.

Adapun 3.636 roll tekstil itu diperkirakan memiliki nilai Rp 13.635.000.000 miliar dan potensi kerugian Rp 6.603.525.945.

(ricky)