Karyakepri.com
Editor's Picks Karimun

2021, Gaji Guru Paud di Karimun Naik Rp300 Ribu

Bupati Karimun Aunur Rafiq menyerahkan insentif kepada Himpaudi Karimun, Senin (31/8/2020). (Foto: istimewa)

KARYAKEPRI.COM, KARIMUN – Kado spesial diberikan Bupati Karimun Aunur Rafiq kepada guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kabupaten Karimun.

Pemerintah Kabupaten Karimun akan menaikkan insentif atau gaji untuk para tenaga pengajar yang tergabung didalam Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI) Kabupaten Karimun.

Pemberian kado berupa kenaikan insentif itu diberikan Pemerintah Kabupaten Karimun saat HUT Himpaudi ke 15 tahun 2020.

Dengan besaran gaji yang akan diterima tahun 2021 mendatang senilai Rp1 juta. Artinya terjadi kenaikan sebesar Rp300 ribu dari nominal yang diterima tahun 2020 ini yakni sebesar Rp700 ribu. Hanya saja, ada persyaratan yang wajib dipenuhi oleh masing-masing guru PAUD jika ingin mendapatkan kenaikan gaji.

“Gaji yang diterima para guru PAUD tahun 2020 ini sebesar Rp700 ribu. Angka tersebut pun merupakan kebijakan kita yang menaikkannya ditahun 2019 lalu, dari awalnya Rp500 ribu. Kemudian tahun 2020 ini kita naikkan lagi, sehingga nominal yang akan diterima tahun 2021 mendatang sebesar Rp1 juta,” kata Rafiq saat menghadiri pertemuan dalam rangka Syukuran HUT Himpaudi ke 15 tahun, Senin (1/9/2020).

Rafiq mengatakan, kenaikan Insentif itu tidak langsung diberikan oleh Pemerintah Daerah, melainkan ada persyaratan yang harus dilengkapi.

“Kalau mau naik gaji ya harus dengan syarat, yakni para guru PAUD wajib ikut sertifikasi, kalau yang tidak sertifikasi ya tidak akan dapat naik gaji dan segitu-segitu saja,” katanya.

Ia mengatakan, kelayakan untuk mendapatkan kenaikan gaji akan ada aturan mainnya, yang dibuat oleh Dinas Pendidikan bersama beberapa pihak termasuk melibatkan Himpaudi Kabupaten Karimun.

“Jadi harus ada unsur keadilan. Jika dinilai sudah layak, maka akan kita buat sama persis seperti guru-guru Taman Pendidikan Qur’an (TPQ) dalam melakukan Munaqasah atau sertifikasi. Tujuannya agar jangan hanya semata-smata insentif naik, tapi kualitas para guru PAUD tidak diperhatikan,” katanya.

Saat ini ada 87 lembaga dan 323 tenaga pendidik dan kependidikan, dengan membimbing anak-anak didik sebanyak 1280 orang. Para guru PAUD ini dipastikan akan mendapatkan haknya jika telah memenuhi syarat yang telah disampaikan.

(ricky)