Karyakepri.com
Editor's Picks Metro

Kabag Hukum Pemko Batam Tersangka Gratifikasi Rp658 Juta

Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Batam telah memanggil 17 saksi dalam kasus dugaan penerimaan gratifikasi Kepala bagian (Kabag) Hukum Pemko Batam. (Foto: net)

KARYAKEPRI.COM, BATAM – Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam menetapkan Kabag Hukum Pemko Batam (HM) sebagai tersangka kasus gratifikasi, Selasa (15/9/2020).

Kepala Seksi Intelejen Kejari Batam, Fauzi mengatakan, HM ditetapkan sebagai tersangka setelah terbukti menerima sejumlah gratifikasi dari pihak pengusaha.

“Tim Penyidik Kejari Batam hari ini menetapkan Kabag Hukum Pemko Batam, HM sebagai tersangka dugaan tindak pidana korupsi penerimaan gratifikasi dari pengusaha di Batam,” ujarnya.

Hasil penyidikan, HM menerima gratifikasi sebesar Rp658 juta. Ia menambahkan, uang diberikan melalui 3 tahap untuk mendapatkan proyek di lingkungan Pemko Batam.

Penetapan HM sebagai tersangka berdasarkan dua alat bukti dan keterangan saksi-saksi serta keterangan Ahli yang telah di periksa oleh tim penyidik Tindak Pidana Khsusu (Pidsus) Kejari Batam. Penetapan HM sebagai tersangka berdasarkan Pasal 184 KUHAP.

Dalam pemeriksaan kasus gratifikasi di Pemko Batam, penyidik Kejari Batam juga melakukan pemeriksaan terhadap Camat Batam Kota, Aditya Guntur Nugraha dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (Kadis DLH) Kota Batam Herman Rozie.

Satu unit mobil Daihatsu Taft Rocky milik seorang saksi, Aditya Guntur Nugraha juga telah disita tim penyidik Seksi Pidana Khusus Kejari Batam.

Pantauan di Kantor Kejari Batam, HM keluar dari ruangan pemeriksaan yang berada di lantai II dengan menggunakan rompi oranye bertuliskan tahanan kejaksaan dengan dengan dikawal oleh para petugas untuk dibawa ke tahanan Tipikor Tanjungpinang.

(iwan sahputra)