Karyakepri.com
Daerah Editor's Picks

Banyuwangi, Kota Santet yang Sudah Tak Percaya Santet

Pasung menjadi solusi zaman dulu di Banyuwangi untuk menangani ODGJ yang dikira terkena santet. Foto: dok.detikcom

KARYAKEPRI.COM, BANYUWANGI – Berada di ujung timur Pulau Jawa, kota Banyuwangi sejak dulu kerap dikaitkan dengan hal mistis. Bahkan, kota ini mendapat sebutan kota Santet lantaran banyaknya praktik mistis atau kepercayaan lokal.

Terkait dengan santet, banyak pula kasus pemasungan pada orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di Banyuwangi. Mereka yang dipasung dipercayai mendapat ‘kiriman’ ilmu hitam alias santet hingga terganggu jiwanya, di beberapa daerah. Tapi kini, hal tersebut hanya menjadi mitos dan tak lagi dipercayai oleh warga.

“Bukan (santet) sih. Dipasung kan karena meresahkan warga. Ya dulu aja mungkin bisa jadi kiriman, tapi nggak sih (kalau sekarang),” kata salah satu warga Sempu kepada detikcom, Rabu (2/10/2019).

Baca juga:

Susuk hingga Santet, Deretan Fenomena Corpus Alienum yang Pernah Bikin Heboh

Selama ini santet dikenal sebagai suatu praktik ilmu hitam yang digunakan untuk mencelakakan orang. Namun menurut warga sekitar, sesungguhnya santet merupakan salah satu cara untuk memikat lawan jenis dan masih bersifat positif bukan untuk melukai orang lain.

Menurut data Dinkes Banyuwangi, sampai tahun 2016 tercatat adanya 113 kasus pemasungan pada ODGJ yang dilaporkan dan ditemukan. Akan tetapi dengan inovasi yang dilakukan di seluruh puskesmas terkait dengan kesehatan jiwa, pada November 2017 kasus pemasungan ini telah diselesaikan dan dilakukan pelepasan.

Sosialisasi juga dilakukan kepada warga. Pemerintah Kabupaten Banyuwangi juga memajukan teknologi di seluruh daerah. Kota Santet kini berubah menjadi kota internet, yang dipercayai oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi, dr Widji Lestariono, sebagai salah satu cara untuk memberantas hal-hal klenik maupun mistis.

“Untuk memberantas klenik atau mistis ini ialah dengan teknologi. Sosialisasi ke warga pun juga diterima dengan baik (soal gangguan jiwa). Saya pribadi mengikuti setiap kasus pelepasan. Mekanisme atau proses pelepasan ini kami ikut tiap-tiap kasus dengan seksama. Saya pribadi belum pernah mendengar isu bahwa santet bisa menjadikan orang gila,” tandasnya.

Sumber: detik.com