Karyakepri.com
Editor's Picks Nasional

Heboh Pelajaran Sejarah Disebut-Sebut Mau Dihapus, Kemendikbud Buka Suara

Ilistrasi. (Foto; detik.com)

KARYAKEPRI.COM – Kementerian Pendidikan buka suara menanggapi ramai kekhawatiran akan dihapusnya mata pelajaran sejarah dari kurikulum pendidikan.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan Kemendikbud Totok Suprayitno menegaskan, pelajaran sejarah tetap akan ada di dalam kurikulum.

Saat ini, pihak Kemendikbud memang tengah melakukan penyederhanaan kurikulum. Yang mana, tahapan ini membutuhkan waktu lantaran perlunya proses pembahasan.

“Rencana penyederhanaan kurikulum masih berada dalam tahap kajian akademis,” kata Totok, dalam keterangannya, Jumat (18/9). Terkait pelajaran sejarah, ia menyebutkan tetap akan diajarkan dan diterapkan di setiap generasi.

Sebab, pelajaran sejarah bisa memberikan pemahaman tentang keragaman dan kemajemukan perjalanan hidup bangsa Indonesia baik saat ini atau yang akan datang. Sehingga nilai-nilai yang ada dalam sejarah adalah kunci penting untuk pengembangan karakter bangsa.

“Sejarah merupakan komponen penting bagi Indonesia sebagai bangsa yang besar sehingga menjadi bagian kurikulum pendidikan,” lanjut Totok menjelaskan. “Nilai-nilai yang dipelajari dalam sejarah merupakan salah satu kunci pengembangan karakter bangsa.”

Penyederhanaan kurikulum dilakukan Kemendikbud dengan sangat hati-hati. Upaya ini pun akan melibatkan seluruh pemangku kepentingan pendidikan. Pada dasarnya, penyederhanaan kurikulum dilakukan dalam rangka untuk meningkatkan kualitas pendidikan nasional.

Sebelumnya Presiden Joko Widodo alias Jokowi meminta kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim untuk melakukan penyederhanaan terhadap kurikulum tahun 2013. Nadiem menyebut jika uji coba kurikulum baru itu akan dilakukan pada 2021 mendatang. Menurutnya, masa pandemi ini merupakan kesempatan untuk menerapkan kurikulum yang disederhanakan. Seperti kurikulum darurat.

“Tentunya dengan pandemi ini, dengan kurikulum darurat kita banyak kesempatan untuk mengetes,” ungkap Mendikbud. “Karena kurikulum darurat yang dikeluarkan pun sudah melalui penyederhanaan yang cukup baik menurut kami.”

(one)