Karyakepri.com
Editor's Picks Metro

Pemuda Muhammadiyah Minta Suplai Air Tak Terganggu & Harga Lebih Murah

Instalasi Pengelolaan Air (IPA) di Waduk Duriangkang, belum lama ini. (Foto: batampos.co.id)

KARYAKEPRI.COM, BATAM – Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kota Batam meminta Badan Pengusahaan (BP) Batam dapat menjamin suplai air bersih tak terganggu selama masa transisi pengelolaan air bersih dari PT Adhya Tirta Batam (ATB) kepada PT Moya Indonesia pada 15 November 2020 mendatang.

Wakil Sekretaris Pemuda Muhammadiyah Batam, Ifan Tanjung mengatakan polemik yang terjadi jelang masa konsesi air bersih menimbulkan kekhawatiran bagi masyarakat.

Di antaranya, akan terjadi gangguan distribusi air bersih ke rumah-rumah pelanggan dan kenaikan harga yang akan menambah beban hidup masyarakat Batam.

Wakil Sekretaris PDPM Kota Batam, Ifan Tanjung (berdiri). (Foto: istimewa)

“Air bersih merupakan kebutuhan hidup yang paling mendasar. Jangan sampai polemik yang mencuat ke permukaan terkait konsesi ini membuat masyarakat khawatir,” kata Ifan di Kompleks Dakwah Muhammadiyah Batuaji, Rabu (23/9/2020) malam.

Ia berharap kedua perusahaan tersebut dapat bersikap profesional dalam memberikan pelayanan air bersih kepada masyarakat Batam.

ATB, katanya, harus legowo menyerahkan pengelolaan air bersih sesuai ketentuan perundang-undangan kepada perusahaan yang ditunjuk oleh pemerintah.

“Begitu juga dengan PT Moya Indonesia, harus memberikan layanan yang lebih baik lagi daripada perusahaan sebelumnya,” ujarnya.

Untuk diketahui, perusahaan pengolahan air, Moya Holdings Asia, memastikan anak usahanya, Moya Indonesia mengantongi proyek pengelolaan air bersih dari Badan Pengusahaan (BP) Batam untuk selama enam bulan.

Dengan kerja sama itu, BP Batam menggandeng perusahaan pengolahan air swasta untuk mengelola air bersih mulai pengoperasian dan pemeliharaan sistem pasokan air di Batam untuk masa transisi enam bulan mulai 15 November.

“Ini untuk mempertahankan sistem pasokan air yang berkelanjutan di Batam setelah berakhirnya konsesi yang ada,” kata Moya dilansir The Business Times.

Moya dalam keterangan itu mencatat sistem pasokan air di Batam memiliki sekitar 290.000 pelanggan dengan enam instalasi pengolahan air.

(iwan sahputra)