Karyakepri.com
Editor's Picks Karimun

Hati-Hati! Penipuan Pemesanan Makanan Online Teror Pengusaha di Karimun

Ilustrasi

KARYAKEPRI.COM, KARIMUN – Penipuan dengan modus pemesanan makanan secara online teror sejumlah pengusaha makanan di Kabupaten Karimun.

Dalam sepekan terakhir, tiga orang diketahui menjadi korban penipuan dari oknum tidak bertanggungjawab tersebut. Bahkan, bukan hanya kerugian atas makanan yang dipesan, namun oknum penipu tersebut juga meminta para korbannya untuk mengisikan pulsa.

Salah satu korban penipuan Eka Chayrani (23) selaku Owner King Crab mengaku penipuan dengan modus pemesanan online itu dialaminya pada Rabu (29/9/2020) kemarin.

Saat itu, dirinya menerima pesanan pengantaran makanan ke RSUD atas nama Mellissa Febriani. Dengan tidak ada kecurigaan, korban langsung menerima pesanan tersebut seperti melayani pelanggan biasanya.

“Awalnya kami menerima pesanan pengantaran ke RSUD atas nama Mellissa Febriani. Saat itu selain makanan, pelaku penipuan itu juga meminta tolong untuk membelikan beberapa air minum dan tisu,” kata Eka, Kamis (1/10/2020).

Dengan tidak merasa curiga atas pesanan tersebut, korban kemudian membelikan beberapa permintaan pelanggan fiktif tersebut. Hal itu, karena sebelumnya, dirinya juga pernah mendapatkan orderan seperti itu dan baik- baik saja.

“Saya sebelumnya juga pernah dimintai tolong seperti itu dan saya belikan. Selain itu juga, saya sering menerima orderan makanan dari RSUD. Saya juga berpikir mungkin pelanggan tersebut tidak bisa keluar, jadi niat saya ya membantu,” kata Eka.

Selain memesan makanan, tisu dan air minum, pelaku penipuan juga kemudian meminta tolong untuk mengisikan pulsanya ke sejumlah nomor dan beralasan akan membayarkan sekaligus ketika pesanannya telah diantar.

“Saat minta diisikan pulsa ya saya belum mikir akan ditipu. Ketika itu pelaku meminta isi pulsa sebesar 100 ribu ke nomor hpnya yang lain dan kami isikan,” katanya.

Eka menyebutkan, kurir yang mengantarkan makanan tersebut sempat merasa curiga terhadap pelanggan yang melakukan pemesanan makanan tersebut. Akan tetapi, kecurigaan itu hanya sesaat saja.

“Setelah kurir kita belikan pulsa 100k, ia coba untuk mengkonfirmasi apakah pulsa tersebut sudah masuk atau belum, akan tetapi nomor tersebut tidak bisa dihubungi. Sempat kurir kuta curiga, namun belum hal itu masih diragukan,” katanya.

Kemudian, lanjut Eka menceritakan, pelanggan fiktif tersebut kembali meminta dirinya untuk mengisikan pulsa kembali sebesar Rp 200 ribu dan sejumlah air minum dengan mengatasnamakan Dr Fadly.

Karena belum terlalu curiga dan ingin melayani pelanggannya, dirinya kembali mengisikan pulsa ke nomor yang diberikan.

“Bahkan pelaku sempat kembali meminta isikan pulsa sebesar Rp 200 ribu saat kurir sedang dalam perjalanan ke RSUD. Namun dikarenakan tidak membawa uang lebih, sehingga tidak jadi,” katanya.

Tidak lama kemudian, kurir tersebut menelpon dan mengatakan bahwa pihaknya benar -benar ditipu. Hal itu diketahui setelah, security RSUD menyampaikan bahwa tidak ada perawat atas nama Melissa Febriani.

“Ditanya ke Satpam katanya tidak ada atas nama Melissa, sempat diarahkan ke ruang IGD. Dan ketika tiba di ruang IGD dan bilang mau mengantarkan makanan a.n Melissa, tiba-tiba orang itu bilang mas udah belikan pulsa? Kata kurir kita sudah dan orang itu bilang mas orang ketiga ditipu,” katanya.

Tidak hanya itu, petugas di IGD tersebut sebelumnya, huga terdapat dua orang kurir yang mendapatkan pesanan yang sama dan juga ditipu.

“Tadi pertama ada laki-laki ditipu juga dan kedua ada perempuan ditipu tapi belum sempat beliin pulsanya bawa makanannya aja,” katanya.

Atas kejadian itu, Eka mengatakan pihaknya telah berupaya untuk menghubungi nomor yang bersangkutan, akan tetapi tidak ada jawaban.

“Kejadian ini tidak saya laporkan, karena diduga pelakunya orang luar dan saya juga bingung mau bagaimana. Saya ikhlas, akan tetapi untuk pengusaha lain, saya berharap dapat lebih berhati- hati dan tidak menjadi korban selanjutnya,” katanya.

(ricky robiansyah)