Karyakepri.com
Editor's Picks Karimun

Tenaga Medis Terpapar Covid-19, Kadinkes Minta Masyarakat Terus Beri Dukungan Moril

Foto ilustrasi

KARYAKEPRI.COM, KARIMUN – Pasca ditemukan Tenaga Kesehatan di Kabupaten Karimun positif terpapar Covid-19, Dinas Kesehatan Karimun ajak masyarakat beri dukungan moral kepada tenaga medis agar terus semangat dalam menangani pasien Covid-19.

Saat ini, kasus Covid-19 kembali terjadi peningkatan dalam satu pekan terakhir. Meskipun, sempat nol kasus positif aktif, kenaikan kembali terjadi dengan ditemukannya 6 kasus baru termasuk salah satu tenaga medis yakni dokter IGD RS Muhammad Sani.

“Dukungan dari masyarakat sangat diharapkan saat ini, karena tanpa dukungan itu perjuangan tenaga medis untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19 tentu menjadi sia-sia,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Karimun, Rachmadi, Minggu (4/9/2020).

Terpaparnya salah satu tenaga medis, Rachmadi mengatakan, ratusan orang di Rumah Sakit Rujukan COVID-19 di Karimun tersebut harus di lakukan pengambilan swab. Selain itu, penutupan sementara terhadap layanan IGD juga terpaksa dilakukan untuk memutus mata rantai penyebarannya.

“Masyarakat kami harapkan tidak panik, kita sudah berupaya untuk mencegah penyebarannya seperti menutup sementara pelayanan IGD dan mensterilkan seluruh ruangan Rumah Sakit,” kata Rachmadi.

Lebih lanjut, kata dia, sebanyak 115 sampel swab orang yang kontak erat dengan pasien positif di Karimun termasuk tenaga medis sudah dikirim ke BTKL-PP Kota Batam.

Juru bicara tim gugus tugas COVID-19 Karimun ini mengungkapkan pihaknya akan langsung menindaklanjuti hasil tersebut agar pelayanan ke masyarakat di RSUD Muhammad Sani Karimun dapat normal kembali.

“Kami meminta BTKL- PP Batam untuk memprioritaskan sampel swab kita dan jika ada hasil yang keluar positif langsung kita isolasi dan jika hasilnya negatif nantinya harus kembali bekerja,” ungkap Rachmadi.

Terakhir, Rachmadi mengimbau kepada masyarakat Karimun agar terus mematuhi protokol kesehatan pencegahan COVID-19.

Kemudian, mengingat mobilitas masyarakat keluar masuk bahkan dari zona merah, ia juga mengharapkan agar masyarakat dapat meminimalisir bepergian ke luar daerah seandainya tidak terlalu penting.

“Penanganan COVID-19 di Karimun masih terkendali, tapi kita tetap mengimbau masyarakat terus mematuhi protokol kesehatan seperti menggunakan masker, rajin mencuci tangan serta jaga jarak. Kemudian, jangan bepergian ke luar daerah jika dirasa memang tidak terlalu perlu,” katanya.

Diketahui, saat ini Kabupaten Karimun telah mencatatkan 44 kasus COVID-19 selama 7 bulan terakhir.

Dengan rincian, 1 pasien positif meninggal dunia, 6 pasien yang masih dinyatakan positif sedang menjalani isolasi di RSUD Muhammad Sani Karimun dan 37 pasien sudah dinyatakan sembuh dari virus tersebut.

(ricky robiansyah)