Karyakepri.com
Editor's Picks Metro

PPP Kepri Gelar Diskusi, Bahas Peran Milenial dalam Pilkada Kepri

KARYAKEPRI.COM, BATAM – DPW PPP Provinsi Kepri menggelar sarasehan atau diskusi bersama kaum milenial dengan tema Peran Milenial dalam Pilkada Kepri di Aula Nam School Batam Center, Minggu (4/10/2020).

Sekretaris DPW PPP Kepri Gafaruddin Ibrahim mengatakan, peran milenial dalam politik khususnya Pilkada serentak yang akan digelar pada Desember 2020 nanti bisa memberikan kontribusi untuk mencerdaskan masyarakat dalam memilih pemimpin. Namun bisa juga berdampak buruk, jika pemuda tidak memiliki ilmu dan sikap politik yang baik.

“Pemuda adalah masa depan bangsa, karena baik atau burunya tatanan kehidupan masyarakat hari ini adalah buah dari perbuatan pemuda masa lalu,” kata mantan Anggota DPRD Kepri itu.

Menurut dia, generasi milenial adalah orang yang lahir tahun 1980 sampai 2000-an atau generasi muda yang berumur 17-37 tahun saat ini.

Mereka memiliki andil yang besar dalam momentum tahun politik, dengan peran mencerdaskan pemilih dan memberikan konsep atau ide kepada para calon kepala daerah maupun partai politik melalui media teknologi, diskusi ilmiah serta berbagai kreativitas anak muda.

“Seperti usia yang hadir ini, masuk dalam generasi milenial. Posisi kalian dalam pilkada sangat diperhitungkan, karena bisa menjadi sosial kontrol bagi partai politik maupun calon kepala daerah di pilkada ini,” kata doktor pendidikan lulusan UNJ itu depan para Ketua BEM dan puluhan mahasiswa serta perwakilan organisasi pemuda yang hadir.

Peserta pun menyambut dengan hangat dan semangat memberikan pertanyaan terkait peran milenial dalam mencerdaskan Pilkada Kepri.

Salah satunya pertanyaan dari Ketua BEM Ibnu Sina Kota Batam yang menanyakan program atau visi-misi para kandidat di Pilgub Kepri dalam mengatasi persoalan pendidikan, ekonomi, kesehatan dan budaya.

Politisi PPP yang juga Ketua BMPS (Badan Musyawarah Perguruan Swasta) Kepri itu pun menjawab bahwa generasi milenial di Kepri harus mampu menyampaikan problem daerah ini maupun solusinya kepada calon gubernur dan bisa turun ke masyarakat memberikan edukasi politik dengan ilmu serta berada pada posisi netral.

Kaum muda dalam memilih pemimpin bukan karena fisiknya atau kerna dikasi iming-iming maupun uang tapi dengan mengatahui visi-misi setiap calon yang berkompetisi di Pilkada.

“Generasi milenial harus melihat jejak kehidupan para kandidat dan visi-misinya dalam menentukan pilihan. Tidak boleh memilih pemimpin karena dikasih amplop dan mengekor. Pemuda harus punya prinsip dan sikap politik yang baik karena kalian adalah masa depan daerah maupun bangsa ini,” ujar politisi yang pernah menjabat anggota legislatif tiga periode itu.

Ia menambahkan, generasi milenial harus siap memimpin dan dipimpin. Pemuda harus bisa mewarnai panggung politik dengan ide dan pandangan yang bisa mencerdaskan kehidupan masyarakat untuk perubahan dan kemajuan daerah ini.

Membekali diri dengan ilmu dan akhlak yang baik, selalu melatih diri untuk menjadi orang hebat, mempersiapkan diri sebagai calon pemimpin masa depan dengan melalui proses kaderisasi dan regenerasi dalam partai politik maupu berbagai organisasi sehinga bisa menjadi pemimpin yang hebat di masa akan datang.

“Dan yang paling penting kaum milenial jangan golput, harus ikut memilih dan tak boleh menyebarkan hoaks. Kemudian gunakan waktu dengan baik untuk memaslahatan masyarakat,” katanya.

(abdullah tsaqif/r)