Karyakepri.com
Editor's Picks Karimun

Rafiq Gencar Kampanye Dialogis

KARYAKEPRI.COM, KARIMUN – Calon Bupati Karimun Aunur Rafiq gencar melakukan Kampanye Dialogis ke sejumlah daerah di Kabupaten Karimun.

Pada Senin (5/10/2020) kemarin, Aunur Rafiq bersama tim rombongan pemenangan kembali melakukan kunjungan ke Desa Tulang untuk bersilahturahmi dalam menyatukan suara dukungannya.

Dalam kampanye tersebut, Juru Kampanye ARAH Rasno mengatakan, Aunur Rafiq merupakan sosok seorang pemimpin yang telah teruji dan memiliki Arah yang jelas.

“Kita ketahui Aunur Rafiq sangat perhatian kepada masyarakat. Ia tidak hanya turun ketika akan maju untuk mencalonkan diri sebagai calon Bupati, namun sebelumnya juga beliau rajin turun ke masyarakat mendengarkan keluhan dan melakukan pembangunan,” kata Rasno.

Ia mengatakan, pasangan Arah saat ini hanya tinggal melanjutkan program-program yang telah ada dan dibangun sejak lama.

“Kita semua tau, sebelumnya beliau juga turun ke masyarakat. Mendengar keluhan dan melakukan pembangunan. Jadi, pasangan Arah hanya tinggal melanjutkan saja program yang telah ada. Bukan lagi menyusun program-program baru,” katanya.

Sementara itu, Ady Hermawan dari partai Hanura, dalam kampanye itu juga berkesempatan menyampaikan apa yang dicapai oleh petahana.

Ia menyebutkan, Petahan telah melakukan peningkatan perekonomian kerakyatan, dimana itu semua berjalan dengan baik.

“Saya tidak hanya bicara saja dan telah ada bukti nyata. Perekonomian kerakyatan terealiasi. Itu dikarenakan koordinasi yang baik antara Dewan dan Bupati, semua yang diajukan direalisasikan, tidak ada kata nantilah, tunggulah,” ujar Hermawan.

Ia juga mengatakan, jika Aunur Rafiq telah banyak memperjuangkan putra daerah untuk dapat bekerja di perusahaan di Karimun.

“Buktinya, setiap inveatasi masuk, Pak Rafiq saat jadi Bupati melakukan persetujuan dengan investor yang masuk, bahwa 70 persen tenaga kerja harus dari anak tempatan,” kata Ady.

Kampanye yang dilakukan juga tidak mengabaikan protokol kesehatan. Masyarakat yang hadir juga dibatasi, dan diwajibkan untuk menggunakan masker.

(ricky robiansyah)