Karyakepri.com
Editor's Picks Karimun

Polisi Amankan Anak Pelaku Pengerusakan Sekolah

KARYAKEPRI.COM, KARIMUN – Masyarakat Kabupaten Karimun dihebohkan dengan oknum tak bertanggung jawab yang melakukan pengrusakan terhadap sejumlah fasilitas di dua sekolah di Karimun.

Insiden pengrusakan itu terjadi di SMA Negeri 1 Karimun dan SMP Negeri 2 Karimun. Sejumlah fasilitas sekolah terlihat rusak dan beberapa peralatan juga berserakan.

Dalam data dihimpun, sejumlah peralatan sekolah mengalami rusak berat. Seperti meja dan kursi belajar yang sudah tidak tertata, pot bunga yang berserakan dan tanah bertaburan, mading yang biasa didinding bertebaran dilantai dan juga sejumlah foto dicoret dengan kata- kata tidak pantas.

Kejadian itu diperkirakan terjadi pada Sabtu (10/10/2020) kemarin dan langsung heboh di media sosial. Masyarakat beramai- ramai mengecam perbuatan tidak terpuji itu.

Kejadian itu langsung menjadi perhatian pihak kepolisian, tidak membutuhkan waktu lama, pelaku pengrusakan sekolah tersebut berhasil diamankan.

Mirisnya, para pelaku pengrusakan sekolah tersebut ialah anak laki- laki dibawah umur yang diketahui berjumlah 5 orang.

Kapolres Karimun, AKBP Muhammad Adenan melalui Kasat Reskrim Polres Karimun, AKP Herie Pramono mengatakan, terungkapnya kasus tersebut bermula dari penangkapan empat orang anak di Coastal Area Karimun, Minggu (11/10/2020) sekira pukul 11.30 Wib.

“Empat orang anak diamankan oleh jajaran Polsek Balai Karimun. Mereka diamankan karena kedapatan mencuri buah milik pedagang di Coastal Area,” kata Herie, Minggu (11/10/2020) sore.

Ia mengatakan, dari hasil pemgembangan oleh jajarannya, empat orang anak dibawah umur itu diduga terlibat atas kasus pengrusakan terhadap fasilitas sekolah yang terjadi pada Sabtu (10/10/2020) kemarin.

“Berbekal dari data dan sejumlah rekaman CCtv, kita lakukan pengembangan dan benar mereka pelaku pengrusakan tersebut. Hal itu juga diakui keempat anak tersebut,” katanya.

Herie mengatakan, saat ini pihaknya masih melakukan penelusuran karena diduga para pelaku berjumlah 5 orang dan satu diantaranya masih dalam pencarian.

“Pelaku masih dalam pencarian. Besok kuta akan presskon atas insiden ini,” katanya.

(ricky robiansyah)