Karyakepri.com
Editor's Picks Karimun

Meninggal Positif COVID-19, Keluarga Pasien di Karimun Menolak di Swab

Foto ilustrasi

KARYAKEPRI.COM, KARIMUN – Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Kabupaten Karimun membenarkan terkait adanya keluarga pasien menolak untuk dilakukan swab tenggorokan.

Penolakan itu terjadi ketika Tim Gugus Tugas Karimun melakukan traking terhadap keluarga pasien positif yang meninggal dunia pada 9 Oktober kemarin, warga Tanjungbalai Karimun.

“Iya, keluarga pasien meninggal menolak dilakukan swab. Mereka ini keluarga pasien nomor 2 yang meninggal dunia, warga Kelurahan Tanjungbalai,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Kabupaten Karimun Rachmadi, Sabtu (17/10/2020).

Rachmadi mengatakan, pihaknya tidak mengetahui kenapa pihak keluarga menolak untuk menjalani pemeriksaan swab. Padahal, swab dilakukan untuk mengantisipasi adanya enyebaran lebih luas dan memutus mata rantai penyebaran COVID-19.

“Kita sudah mengunjungi pihak keluarga dengan didampingi oleh pihak kepolisian dan camat untuk memberikan pengertian. Tapi tetap menolak,” katanya.

Rachmadi mengaku parsrah akan penolakan itu dannberharao tidak ada yang positif dari keluarga pasien tersebut.

“Sampai sekarang belum diswab, ya mau bagaimana lagi, sudah berkali-kali diberi pengertian tetap saja menolak,” katanya.

Ia mengatakan, pemeriksaan swab itu bertujuan untuk memastikan kondisi keluarga pasien dalam keadaan sehat.

“Semua ini untuk kebaikan masyarakat,” ujarnya.

Rachmadi bahkan membantah terkait tuduhan bahwa pihaknya sengaja membuat pasien positif COVID-19. Menurutnya, pemeriksaan yang dilakukan telah mengikuti prosedur seharusnya dan lembaga yang melakukan pemeriksaan juga langsung dari Pemerintah Pusat.

“Sebaliknya pemeriksaan bukan dilakukan kita melainkan oleh lembaga yang ditunjuk oleh negara yakni BTKL-PP Kota Batam dan RSKI Galang, Batam,” katanya.

Bahkan, lanjut Rachmadi, pihaknya bahkan tidak berharap adanya pasien positif baru di Kabupaten Karimun.

“Ada yang bilang kami sengaja menjadikan pasien negatif jadi positif Covid-19 demi dapatkan anggaran, itu tidak benar. Kalau boleh memilih, kami  maunya tidak ada kasus positif Covid-19 di Karimun ini, kami juga capek sebenarnya,” kata Rachmadi.

Ia juga mengatakan, untuk merawat pasien COVID-19 bukanlah perkara mudah dan sangat melelahkan, terkhususnya para tenaga medis.

“Jangan kira pakai APD, seragam asmat itu enak, panas itu. Lama-lama kesal juga dituding yang bukan-bukan,” katanya.

Seperti diketahui, saat ini jumlah kasus positif Covid-19 telah mencapai angka 70 kasus komulatif. Angka itu terdiri dadi 47 orang telah dinyatakan sembuh, 4 meninggal dunia dan 19 masih dalam perawatan.

(ricky robiansyah)