Karyakepri.com
Editor's Picks Karimun

Polres Karimun Amankan Kurir Sabu

KARYAKEPRI.COM, KARIMUN – Tim Panther Satuan Reserse dan Narkoba Polres Karimun meringkus seorang kurir narkotika jenis sabu- sabu berinisial Sn alias Bk (32) warga Paya Rengas Kecamatan Meral, Sabtu (10/10/2020).

Sn diamankan petugas kepolisian saat hendak menyeludupkan sabu- sabu seberat 2.145, 19 gram yang dibungkus kemasan teh cina ke Tanjungbatu, Kundur, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau melalui Pelabuhan Sri Tanjung Gelam Karimun.

Kapolres Karimun AKBP Muhammad Adenan menjelaskan, SN alisa BK merupakan seorang kurir sabu- sabu yang bertugas mengantarkan narkoba itu ke Tanjungbatu.

“Sn ini merupakan kurir yang bertugas untuk menyeludupkan sabu-sabu ini ke Tanjungbatu. Narkoba itu sendiri, didapatkan pelaku SN dengan sistem ambil barang di tempat yang telah ditentukan, yakni pinggiran pantai Coastal Area,” kata Adenan saat pimpin Press Release di ruang Media Centre Polres Karimun, Senin (19/10/2020).

Adenan menyebutkan, narkotika jenis sabu- sabu itu diduga akan diedarkan ke Tanjungbatu. Terkait asal barang, dilihat dari kemasan, dugaan awal berasal diseludupkan dari Negara Malaysia.

“Ke Tanjungbatu Kundur dan akan diedarkan disana. Setelah berhasil diseludupkan, sabu- sabu ini diminta untuk diletakkan disuatu tempat yang ditetapkan pemilik barang,” katanya.

Ia mengatakan, saat ini pihak kepolisian dari Satresnarkoba Polres Karimun sedang melakukan penelusuran terhadap pemilik barang tersebut. Untuk identitas pemilik barang, telah dikantongi oleh pihak kepolisian.

“Kita masih telusuri, ada satu orang DPO. Ia merupakan orang yang memerintahkan SN melakukan penyeludupan,” katanya.

Sementara itu, tersangka Sn mengakui dirinya diupah Rp 10 juta untuk membawa barang itu dari Kabupaten Karimun ke Tanjungbatu.

“Saya diupah 10 juta, dan baru dikasih DP saja, belum semuanya. Saya tidak bekerja dan membutuhkan uang,” kata Sn saat ditanyai Kapolres.

Atas perbuatannya, tersangka dikenakan pasal 114 ayat 2 subsider pasal 112 ayat 2 Undang- undang RI nomor 35 tajun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman paling singkat 5 tahun dannpaling lama 20 tahun atau hukuman mati.

(ricky robiansyah)