Karyakepri.com
Editor's Picks Metro

Tingkatkan Cinta Budaya Indonesia, Kadin Kepri Gelar Workshop Batik

KARYAKEPRI.COM, BATAM – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Kepri melalui Bidang Industri Kreatif menggelar workshop batik pada 22-28 Oktober 2020. Kegiatan melalui webinar atau online tersebut untuk memperkuat rasa cinta kaum milenial terhadap budaya Indonesia.

Wakil Ketua Umum Bidang Industri Kreatif, Indina Putri Fajar mengatakan kegiatan workshop membatik adalah tindak lanjut dari kompetisi desain ornamen batik Kepri 2020 yang telah diselenggarakan pada bulan Mei sampai Juli 2020 yang lalu dan diikuti oleh kaum milenial.

“Tujuan workshop untuk memperkuat rasa cinta kaum milenial terhadap budaya Indonesia karena batik merupakan budaya Indonesia yang harus dilestarikan. Meningkatkan pengetahuan dan mengeksplor kemampuan peserta dalam seni batik dan eksesitensi batik Indonesia,” kata Indina, Rabu (21/10/2020).

Tujuan selanjutnya, kata dia, untuk Meningkatkan pengetahuan peserta tentang proses pembuatan batik dan membangun jiwa kewirausahaan di dalam diri peserta serta memberikan peluang kepada peserta untuk menciptakan batik sebagai bisnis baru.

“Untuk peserta kelompok 1 adalah 15 orang pemenang Kompotesi Desain Ornamen Batik Kepri 2020 (Dilaksanakan
pada tanggal 22 s/d 28 Oktober 20202). Kelompok 2 adalah 25 orang peserta umum yang merupakan pelaku membatik dan fashion designer (dilaksanakan pada bulan November 2020),” katanya.

Adapun materi yang akan diberikan di antaranya, mengenal batik dan motifnya, mengenal bahan dan alat membatik, langkah-langkah membatik, proses desain ornamen batik, proses menchanting, proses pewarnaan, proses pewarnaan celup, fashion desain batik dan desain interior batik

“Workshop membatik didukung oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau,” ujarnya.

Indina menambahkan, industri kreatif adalah proses penciptaan, kreativitas, dan ide dari seseorang atau sekelompok orang yang dapat menghasilkan sebuah karya, tanpa mengeksploitasi sumber daya alam, serta dapat dijadikan produk ekonomi yang menghasilkan.

“Kreativitas yang dihasilkan harus dapat membuka lapangan pekerjaan yang dibutuhkan. Oleh sebab itu, industri ini harus dikembangkan, sebagai salah satu penopang perekonomian Indonesia. Mengingat semakin menipisnya sumber daya alam,” katanya.

(iwan sahputra)