Karyakepri.com
Editor's Picks Natuna

Pemuda Muhammadiyah Natuna Bahas Kesejahteraan Daerah Kepulauan

KARYAKEPRI.COM, NATUNA – Lama vakum dari beberapa aktivitas kegiatan keorganisasian di Natuna, Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kabupaten Natuna kembali berbenah dan aktif kembali dalam kancah organisasi kepemudaan Natuna.

Bertetepan dengan refleksi Hari Sumpah Pemuda (HSP) ke-92, Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Natuna menggelar diskusi Pemuda Perbatasan yang disejalankan dengan Baitul Arqom Dasar (BAD).

Diskusi yang di moderatori oleh Februyadi itu dilaksanakan di Rumah Baca Pena Senja Ranai, Natuna (28/10/2020) menghadirkan tiga serangkai aktivis Natuna yaitu Harken selaku aktivis Sosial Kemasyarakatan, Muhammad Faisal sebagai Ketua Forum Taman Baca Kabupaten Natuna, dan Abdul Rauf Rahim yang sekarang menjabat sebagai Ketua Pemuda Muhammadiyah Kepulauan Riau.

Ketiga pemateri berdiskusi dengan peserta terkait peran generasi muda perbatasan, sukses di waktu muda, dan analisis strategis organisasi.

Dialog menyimpulkan bahwa dalam menjalankan kegiatan organisasi sebagai aktifis sosial maka setiap pelaku harus menemukan warna masing-masing. Warna tersebut akan terajut harmonis dalam kesatuan gerak yang terukur dan berkelanjutan.

Aktivitas tidak dilihat dari besar atau kecilnya dampak yang ditimbulkan, namun ukuran aktivis adalah seberapa konsisten mereka menjalankannya. Oleh karena itu, diperlukan niat yang tulus, kesabaran, dan dukungan doa.

Jika kegiatan diridhoi oleh-Nya maka akan ada saja tangan-tangan malaikat yang turut membantu.

Proses diskusi yang semakin malam semakin hangat lalu menyimpulkan sebuah komitmen untuk meningkatkan kapasitas individu pemuda dengan menguatkan literasi dan kemampuan advokasi.

Sebagai tindak lanjut, peserta memandang perlu untuk memfokuskan aksi pada pembangunan daerah kepulauan. Salah satunya dengan mengawal RUU Daerah Kepulauan yang telah diusulkan pemerintah.

Ketua Pemuda Muhammadiyah Natuna, Nuzur mengatakan bahwa hal tersebut tentu berdampak pada PAD daerah.

“Dalam waktu dekat segera kita koordinasikan dengan Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, serta Pemuda Muhammadiyah Daerah dan Wilayah yang mempunyai geografis kepulauan untuk bersama-sama mengawal dan memperjuangkan agar segera disahkan. Tentunya ini menjadi terobosan bahwa Pemuda Muhammadiyah konsen terhadap daerah perbatasan,” ujarnya.

(abdullah tsaqif)