Karyakepri.com
Editor's Picks Nasional

6 Hal Mengejutkan Terungkap saat 2 Jenderal Duduk di Kursi Pesakitan

Brigjen Prasetijo Utomo jalani sidang dakwaan kasus penghapusan red notice Djoko Tjandra. (Foto: Ari Saputra)

KARYAKEPRI.COM, JAKARTA – Irjen Napoleon Bonaparte dan Brigjen Prasetijo Utomo menjalani sidang perdana kasus penghapusan red notice Djoko Tjandra. Sejumlah hal mengejutkan diungkap jaksa dalam dakwaan dua jenderal itu.

Sidang Napoleon dan Prasetijo digelar di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Senin (2/11/2020). Napoleon, eks Kadiv Hubungan Internasional Polri tampak mengenakan baju batik dibalut rompi tahanan berwarna pink.

Sementara, Prasetijo yang mantan Karo Korwas PPNS Bareskrim Polri ini mengenakan baju batik warna hitam dan merah. Dakwaan Napoleon dibacakan lebih dulu, sementara dakwaan untuk Prasetijo dibacakan kemudian.

Irjen Napoleon Bonaparte menjalani sidang pembacaan surat dakwaan. Irjen Napoleon didakwa menerima suap Rp 6 miliar terkait penghapusan status buronan Djoko Tjandra.

Napoleon didakwa menerima suap Rp 6 miliar dari Djoko Tjandra. Napoleon pun didakwa melanggar Pasal 5 ayat 2 juncto Pasal 5 ayat 1 huruf a atau b Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (selanjutnya disebut UU Tipikor) juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP dan/atau Pasal 11 atau Pasal 12 huruf a atau b UU Tipikor juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Sedangkan Prasetijo didakwa menerima suap Rp 2,1 miliar. Atas perbuatannya Prasetijo pun didakwa melanggar Pasal 5 ayat 2 juncto Pasal 5 ayat 1 huruf a atau b Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (selanjutnya disebut UU Tipikor) juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP dan/atau Pasal 11 atau Pasal 12 huruf a atau b UU Tipikor juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.