Karyakepri.com
Editor's Picks Metro

Syamsul Bahrum AJak Warga Batam Dukung Gerakan Peduli PMI Batam

Ilustrasi Gedung PMI Batam.

KARYAKEPRI.COM, BATAM – Pejabat sementara (Pjs) Wali Kota Batam Syamsul Bahrum terus mendorong Gerakan Peduli PMI Batam. Gerakan ini diluncurkan, Minggu (1/11/2020) lalu.

“Bantu PMI melewati masa krisis karena pandemi saat ini. Ayo dukung gerakan peduli PMI Batam,” ajak Syamsul, Jumat (6/11/2020).

Syamsul mengajak, masyarakat ikut mendonorkan darah atau berdonasi mulai dari Rp 10 ribu. “Bantuan anda bisa menyelamatkan nyawa orang lain,” katanya.Masyarakt

Gerakan Peduli PMI Batam ini akan berlangsung selama dua bulan, terhitung sejak peluncuran 1 November hingga 31 Desember mendatang. Peluncuran secara resmi dilakukan Syamsul Bahrum di kantor PMI Kota Batam, awal November lalu. Pada kesempatan tersebut Syamsul Bahrum langsung mendonasikan Rp 10 juta.

“Untuk gerakan mulai Rp 10 ribu ini bu Dar (Sri Soedarsono, red) saya bantu Rp10 juta,” kata Syamsul Bahrum saat menyampaikan kata sambutan di hadapan Ketua PMI Sri Soedarsono, saat itu.

Lebih lanjut Pjs Walikota menyatakan gerakan tersebut sangat tepat karena melibatkan semua kalangan dan pemangku kepentingan. Gerakan pentahelix yang melibatkan pemerintah, swasta, pengusaha, media massa, akademisi, masyarakat, dan lainnya.”Gerakan ini tepat sekali karena menyentuh dalam hati,” ucapnya.

Ketua PMI Batam, Sri Soedarsono mengungkapkan PMI Batam juga merasakan dampak dari pandemi Covid-19. Selama pandemi, jumlah pendonor baik donor darah maupun donasi dalam bentuk uang menurun.

Sementara, PMI Batam harus tetap menyiapkan darah bagi yang membutuhkan dan biaya operasional untuk kantong darah, transfusi dan penyimpanan darah.

Untuk mendonorkan darah, para pendonor dapat mendatangi Kantor PMI Batam di Gedung PMI Kota Batam, Jln. Cempaka, Batam Center – Kota Batam (Samping Politeknik Batam). Sementara bagi yang ingin berdonasi dapat melalui rekening PMI Batam Bank Mandiri 109 006 006 0019.

“Kita sebenarnya keperluannya sangat banyak. Darah itu kan harus diperiksa, ada penyakitnya atau tidak, cocok atau tidak, itu yang banyak biayanya. Alat-alatnya juga butuh biaya,” imbuh dia. (ian/abi)