Karyakepri.com
Metro

Uang Palsu Beredar Dalam ATM Diakui BI Jatim

KARYAKEPRI.COM, SURABAYA – Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Jawa Timur, Imam Subarkah, menegaskan bahwa 11.155 lembar uang palsu (upal) pecahan Rp100 ribu yang diusut Kepolisian Resor Kota Besar Surabaya mudah dideteksi melalui prinsip 3D: dilihat, diraba dan diterawang.

Kendati begitu, mungkin saja tersangka berhasil menyelipkan beberapa lembar upal tersebut ke dalam mesin Anjungan Tunai Mandiri atau ATM.

Imam menjelaskan, beberapa perbedaan antara uang kertas yang asli dengan yang palsu. Uang kertas yang asli, papar dia, karakter kasar permukaannya merata di semua bagian kertas.

Hal itu berbeda dengan upal. Meski pun permukaan kertas juga kasar, tapi ada saja bagian yang lebih halus atau bahkan lebih kasar.

“Kalau uang asli itu, kan, kasar karena teknik cetak. Tapi kalau ini (uang palsu) bukan karena teknik cetak, tapi karena jenis kertasnya yang dipakai,” kata Imam kepada wartawan usai konferensi pers kasus uang palsu di Markas Polrestabes Surabaya, Jawa Timur, dikutip dari Viva.co.id, Jumat (6/11/2020).