Karyakepri.com
Editor's Picks Metro

Massalkan Penerapan QRIS, Disperindag Batam Agendakan Rapat dengan 38 Pengelola Pasar Swasta

KARYAKEPRI.COM, BATAM – Penerapan Quick Response code Indonesia standar (QRIS) telah dilakukan pada dua pasar pemerintah yakni di Pasar Hang Tuah, Batubesar dan Pasar Seroja, Sagulung. Kini, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) menargetkan 38 pasar yang dikelola swasta di Batam menerapkan sistem pembayaran non tunai tersebut.

“Rencananya kami akan mengundang mereka rapat pekan depan ini,” kata Kepala Bidang Pasar Disperindag Batam, Zulkarnain, Minggu (8/11/2020).

Menurutnya, koordinasi dengan pengelola pasar yang dikelola swasta ini akan melalui Asosiasi Pengelola Pasar Indonesia (Asparindo) Kota Batam. Dengan demikian, informasi akan disampaikan dengan baik.

“Jadi melalui asosiasi ini. Sebelumnya pasar pemerintah kini kita sasar pasar swasta lagi,” katanya.

Untuk diketahui, Pemerintah Kota (Pemko) Batam bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kepri terus mendorong dan mensosialisasikan penggunaan QRIS.

Belum lama ini, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam, Jefridin memberikan apresiasi terhadap komitmen implementasi penggunaan QRIS. Khususnya untuk pembayaran retribusi pasar dan transaksi pedagang di pasar Hang Tuah, Batu Besar, Nongsa.

“Sebelumnya Trans Batam sudah juga sudah menerapkan QRIS. Hari ini pasar Hang Tuah,” kata Jefridin di pasar Hang Tuah, Rabu (4/11/2020) lalu.

Ke depan pihaknya mendorong agar Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) juga menerapkan hal yang sama di pasar-pasar lainnya. Sebab dengan penggunaan QRIS dapat mempermudah sistem pembayaran.

“Sistem pembayaran non tunai seperti ini yang memang dibutuhkan di tengah pandemi Covid-19 seperti saat ini,” kata Jefridin.

(yan)