Karyakepri.com
Daerah Editor's Picks Kepri

Pandemi Bikin Pendapatan Sektor Pariwisata Terpukul

Kepala Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Kota Batam, Raja Azmansyah. (Foto: Adian)

Karya Kepri, BATAM – Pandemi Covid-19 memukul Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Batam, salah satu yang paling terdampak yakni pendapatan dari sektor kepariwisataan.

“Sektor pariwisata yang paling terdampak, maka dari itu pemerintah pusat tengah memproses bantuan hibah untuk pariwisata,” ucap Kepala Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Kota Batam, Raja Azmansyah, Selasa (10/11/2020).

Sebagai contoh pendapatan dari Pajak Hotel dari capaian perbulan Rp 11 miliar perbulan sebelum pandemi, kini hanya pada kisaran Rp 3 miliar hingga Rp 4 miliar. Hal ini karena berkurang drastisnya mobilitas di Batam khususnya sehingga mempengaruhi okupansi hotel.

“Sedangkan pajak restoran dari biasanya Rp 9 miliar perbulan kini hanya Rp 5 sampai 6 miliar saja, angka ini lebih baik dari pajak hotel. Prinsipnya dua pendapatan ini masih ada hanya saja berkurang,” papar dia.

Hingga Selasa (10/11/2020) pendapatan pajak hotel Rp 39,4 miliar dari target APBD Perubahan Rp 65,04 miliar. Sedangkan pajak restoran sebanyak Rp 56 miliar dari target Rp 77,6 miliar. Sumber pendapatan lain sektor pariwisata yakni Pajak Hiburan yang baru mencapai Rp 14,20 miliar dari target APBD Perubahan Rp 21,78 miliar.

“Mudah-mudahan pandemi ini cepat selesai sehingga ekonomi bisa pulih lagi,” kata dia.

Verifikasi Data Penerima Hibah

Sementara itu, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam bersama dengan PTSP dan BP2RD Kota Batam memverifikasi sejumlah hotel dan restoran di Kota Batam calon penerima dana hibah dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).