Karyakepri.com
Editor's Picks Metro

33 Kg Sabu Asal Malaysia Diamankan

Badan Narkotika Nasional Provinsi Kepulauan Riau (BNNP Kepri) kembali berhasil mengungkap satu kasus peredaran gelap Narkoba jaringan Internasional yang terjadi di wilayah Kepri.

Karya Kepri, BATAM – Badan Narkotika Nasional Provinsi Kepulauan Riau (BNNP Kepri) kembali berhasil mengungkap satu kasus peredaran gelap Narkoba jaringan Internasional yang terjadi di wilayah Kepri.

Adapun barang bukti yang diamankan yakni Narkotika Golongan I jenis Sabu seberat bruto 33.000 gram dengan jumlah tersangka 3 orang.

Baca: Pemkab Karimun Tanggung Biaya Perbaikan Rumah Korban Bencana Angin Puting Beliung

Kepala BNNP Kepri, Brigjen Pol Richard Nainggolan mengatakan pada hari Senin (9/11/2020), sekira pukul 15.00 WIB, Petugas BNNP Kepri mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa di Perairan depan Pantai Nongsa akan terjadi transaksi narkotika golongan I jenis Sabu dan diduga Sabu tersebut berasal dari Malaysia.

Selanjutnya sekira pukul 18.00 WIB petugas BNNP Kepri berangkat menuju ke Perairan Pulau Putri dan sekira pukul 19.30 WIB pada koordinat 1,2282430, 104,1541510 petugas BNNP Kepri melihat sebuah speedboat yang berjalan dari arah Malaysia melewati kapal petugas.

Kemudian petugas melakukan pengejaran terhadap speedboat tersebut guna melakukan pemeriksaan akan tetapi speedboat tersebut menambah kecepatannya hingga kapal petugas pun harus menambah kecepatan.

“Ketika kapal petugas berhasil mendekat tekong speedboat tersebut meloncat ke laut dan membiarkan speedboat nya tetap berjalan, karena petugas telah melihat ada barang bukti Narkotika diduga jenis Sabu seberat bruto 33.000 (tiga puluh tiga ribu) gram di dalam speedboat tersebut sehingga petugas lebih dahulu mengejar barang bukti,”paparnya.

Baca: Relawan Siap Gempur Medan Berat Sampaikan Salam Ansar-Marlin ke Masyarakat

Sambungnya, ketika petugas akan mengambil barang bukti ternyata speedboat tersebut mulai karam sehingga petugas hanya bisa menyelamatkan barang bukti Narkotika sedangkan speedboat tersebut tenggelam.

Kemudian petugas melakukan pencarian terhadap tekong tersebut di area laut, hingga pukul 02.00 WIB pada hari Selasa tanggal 10 November 2020 petugas belum dapat menemukan tekong tersebut.