Karyakepri.com
Editor's Picks Metro

Rudi: Mari Lanjutkan Pembangunan Batam

Karya Kepri, BATAM – Calon Wali Kota Batam Nomor Urut 2, Muhammad Rudi menyampaikan gambaran pertumbuhan ekonomi dan sejumlah capaian selama dirinya bersama Amsakar Achmad memimpin Batam pada periode pertama, pada Rapat Paripurna DPRD Batam masa persidangan 1 tahun sidang 2020 di Kantor DPRD Batam, Senin (16/11/2020).

Ia menerangkan, perihal pertumbuhan ekonomi, meskipun pada awal memimpin Batam bersama Amsakar Achmad, ekonomi Batam menghadapi pukulan yang berat, namun pada tahun 2019 angka pertumbuhannya telah mencapai 5,92 persen.

“Lebih tinggi dari Provinsi Kepri 4,89 persen dan Nasional 5,02 persen,” papar Rudi.

Dari sisi inflasi, Rudi menyampaikan masih cukup terkendali. Laju inflasi tahun 2019 sebesar 1,97 persen, sementara sebelumnya di tahun 2015 sebesar 4,73 persen. Untuk nilai investasi PMA di tahun 2019 sebesar 461 juta US Dollar sedangkan PMDN sebesar Rp. 4,9 Trilyun. Sementara APBD Kota Batam juga mengalami kenaikan pendapatan dalam kurun 5 tahun terakhir sebesar 13,9 persen.

“Kondisi makro ekonomi yang lain, seperti kunjungan wisatawan mancanegara, juga mengalami peningkatan. Tahun 2019, kunjungan wisman mencapai 1,95 juta orang terbesar ketiga setelah Bali dan Jakarta, dengan lama kunjungan 3,22 hari, sedangkan tahun 2015 hanya 1,5 juta orang dengan lama kunjungan 1,9 hari,” imbuhnya.

Pada sektor tenaga kerja, juga terjadi peningkatan jumlah angkatan kerja, dari 604.831 orang di tahun 2018 menjadi 643.381 orang di tahun 2019. Hal ini sejalan dengan pertumbuhan penduduk Batam dalam 4 tahun terakhir 2016 hingga 2019 sebesar 11,3 persen dengan jumlah penduduk 1,3 juta jiwa yang didominasi oleh usia produktif sekitar 70 persen. Sementara persentase angkatan kerja yang bekerja, meningkat dari 91,08 persen di tahun 2018, menjadi 92,28 persen di tahun 2019.

“Hal ini paralel dengan Tingkat Pengangguran Terbuka yang mengalami penurunan dari 8,93 persen di tahun 2018, menjadi 7,72 persen di tahun 2019,” imbuhnya.

Rudi menyampaikan, yang juga membanggakan bahwa kondisi makro sosial Kota Batam, baik sumber daya manusia maupun angka kemiskinan, menunjukkan perkembangan yang terus membaik. Khusus SDM misalnya, tahun 2019 terjadi peningkatan angka harapan hidup 73,29; lebih tinggi dari angka harapan hidup nasional 71,34 dan juga Provinsi Kepri 69,80. Kondisi ini memberi kontribusi terhadap peningkatan Indeks Pembangunan Manusia dari 79,34 di tahun 2015 menjadi 81,09 di tahun 2019, tertinggi di Provinsi Kepri dan peringkat ke-3 di Sumatera. Sementara itu, untuk angka kemiskinan Kota Batam, terus mengalami penurunan dari 5,08 persen di tahun 2015 menjadi 4,85 persen di tahun 2019.

“Data statistik ini memberi gambaran yang kuat bahwa kerja maksimal yang sudah dilakukan akan membuahkan hasil yang maksimal pula. Hal ini sebagai jawaban atas terobosan yang telah kami lakukan pada Periode Pertama khususnya melalui pembenahan infrastruktur dan transportasi,” papar dia.

Pembangunan infrastruktur Batam memang cukup terbukti, saat ini pembangunan jalan sudah dilakukan 2 jalur di mana setiap jalur dibangun 3 sampai 6 lajur yang dilengkapi dengan pedestrian dan taman.

“Kegiatan ini akan terus dilanjutkan ke depan. Di samping itu juga terus dilanjutkan kegiatan pengendalian banjir melalui pembangunan dan normalisasi drainase,” tambah dia.

Ia melanjutkan, pihaknya menyampaikan sejak tahun 2016 kami telah melaksanakan Program Percepatan Infrastruktur Kelurahan (PIK) dengan dasar perhitungan pagu dana per kelurahan sebesar 550 juta. Program ini terus dijalankan dan meningkat bahkan pada tahun 2019 mencapai pagu sebesar 1,3 miliar.

Tidak berhenti disitu, kegiatan di kelurahan selama Rudi-Amsakar mejabat didukung dengan kegiatan Pemberdayaan Masyarakat melalui dana DAU sebesar lebih kurang 353 juta per Kelurahan dan tahun 2020 sebesar sekitar 366 Juta. Pada tahun 2020, pagu anggaran untuk kegiatan PIK mencapai sebesar 1,75 Milyar, namun mengalami refocusing anggaran untuk penanganan Covid-19.

“PIK dan pemberdayaan masyakarat dari DAU berkontribusi terhadap penciptaan lapangan kerja, peningkatan kualitas sarana prasarana, serta pemerataan infrastruktur di wilayah pemukiman,” ujar dia.

Begitu juga dengan pembangunan sarana pelayanan dasar di kawasan hinterland, terus kami lakukan seperti pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) untuk menjamin ketersediaan air bersih, seperti di Kecamatan Belakang Padang yaitu di Sekanak Raya, Geranting, Pemping, Kasu, Pecung, Terong. Kecamatan Nongsa di Pulau Ngenang. Kecamatan Bulang di Bulang Lintang, Setokok, Pantai Gelam, dan Temoyong. Kecamatan Galang di Subang Mas, Air Raja, Rempang Cate, Sembulang, Pulau Abang serta SWRO (Sea Water Reverse Osmosis) di Sekanak Belakang Padang, serta pembangunan sarana prasarana pendidikan dan kesehatan, seperti Puskesmas di Rempang Cate, Ruang Kelas Baru di Bulang, Galang dan Belakang Padang. Disamping itu pembangunan pelabuhan rakyat di Teluk Sunti, Subang Mas, dan Air Raja juga telah diselesaikan.

“Bidang transportasi, akan dilanjutkan pelayanan jasa transportasi umum yang lebih ekonomis dan ramah lingkungan melalui penambahan jumlah koridor Bus Trans Batam demi meningkatkan jangkauan pelayanan kepada masyarakat. Pemerintah Kota Batam juga memberikan subsidi kepada penumpang umum Bus Trans Batam dari 8000 rupiah menjadi 4000 rupiah per penumpang. Khusus bagi pelajar cukup membayar 2000 rupiah saja, dan ke depannya akan kami gratiskan,” imbuhnya.

Di bidang agama, pembangunan rumah ibadah tetap menjadi prioritas, sebagaimana yang sudah dilakukan saat ini yaitu pembangunan Mesjid Sultan Mahmud Riayatsyah. Kami juga telah memberikan insentif bagi imam mesjid, guru TPQ, pendeta, dan mubaligh. Selain bidang-bidang tersebut, terobosan juga telah dilakukan dalam hal memberikan pelayanan kepada masyarakat guna mengurangi beban pengeluaran masyarakat, antara lain di bidang kependudukan, Gratis Biaya Pembuatan KTP, KK dan Akte Kelahiran.

“Di bidang kesehatan, Jaminan persalinan gratis bagi masyarakat tidak mampu, Imunisasi Gratis Bagi Anak SD, dan membayarkan premi Jamkesda sebagai bentuk Layanan Kesehatan Gratis Bagi Masyarakat Miskin. Di bidang pendidikan, TK, SD, SMP Negeri Gratis, beasiswa Kuliah bagi Mahasiswa Berprestasi,” papar dia.

Di bidang tenaga kerja, diberikan pelatihan kerja bagi para pencari kerja secara gratis. Di bidang ekonomi telah diberikan bantuan dana bergulir bagi UKM. Di bidang pertanahan Pemko Batam telah memberikan dukungan penuh sertifikasi tanah bagi masyarakat melalui program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di daerah mainland dan sertifikasi tanah di kawasan hinterland melalui Program Proda. Di bidang fasilitas pelayanan masyarakat lainnya, disediakan ruang kreasi/co working space di media center Pemko Batam dan Gedung Dekranasda. Selain itu juga diberikan program pembebasan denda keterlambatan PBB bagi masyarakat.

“Berbagai upaya yang telah dilakukan itu telah mendapatkan pengakuan, baik nasional maupun internasional melalui berbagai penghargaan yang diterima oleh Pemerintah Kota Batam. Oleh sebab itu, Mari Kita Lanjutkan Pembangunan Kota Batam, Ekonomi Segera Kita Pulihkan, Dan Rakyat Harus Kita Sejahterakan,” ajaknya. (yan)