Karyakepri.com
Editor's Picks Healthy

Hari AIDS Sedunia, Ini 5 Pantangan Makan Penderita HIV/AIDS

Foto: iStock

Karya Kepri, JAKARTA – Penderita HIV/AIDS penting untuk mengatur pola makan dengan baik. Termasuk juga memperhatikan pantangan makan yang harus dihindari. Apa saja?

Setiap tanggal 1 Desember diperingati sebagai hari HIV/AIDS. Hari HIV/AIDS. Tujuannya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan virus HIV.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sekitar 38 juta orang terjangkit HIV/AIDS. Virus tersebut menyerang sistem kekebalan tubuh.

Karenanya penderita HIV/AIDS disarankan untuk mengatur pola makan sebaik mungkin. US Food and Drug Administration (FDA) menyebut pola makan yang baik dipengaruhi dari jenis makanan.

Selain itu juga berkaitan dengan cara menyiapkan makanan. Untuk menjaga sistem kekebalan tubuh, ada beberapa pantangan makan bagi penderita HIV/AIDS yang harus dihindari.

Dilansir dari berbagai sumber, berikut 5 pantangan makan bagi penderita HIV/AIDS.

1. Mengonsumsi Kafein dan Alkohol

Bagi penderita HIV/AIDS sangat dianjurkan untuk memenuhi asupan cairan tubuh. Cairan yang diasup akan membantu pengangkutan nutrisi ke seluruh tubuh.

Tak hanya itu, cairan juga dapat menghindari tubuh terjadinya dehidrasi, mulut kering, konstipasi hingga mengatasi kelelahan pada tubuh. Namun, hati-hatilah saat memilih jenis minuman.

Bagi penderita HIV/AIDS, hindari untuk mengonsumsi minuman yang mengandung kafein dan alkohol. Dua jenis minuman itu mengakibatkan seringnya buang air kecil.

Jika itu terjadi terus menerus, maka cairan dalam tubuh pun berkurang. Minumlah air putih sebagai pilihan yang baik. Dalam sehari dianjurkan mengonsumsi minimal 8-10 gelas.

2. Makanan Tinggi Zat Besi

Makanan yang mengandung zat besi dalam jumlah yang banyak sebenarnya baik untuk mencegah alergi. Zat besi banyak terkandung dalam sayuran hijau atau daging merah.

Namun, ini menjadi pantangan makan bagi penderita HIV/AIDS. Bagi penderita HIV/AID disarankan untuk memangkas asupan makanan yang mengandung zat besi, sekitar 45 miligram per hari.

Kelebihan zat besi dapat meningkatkan aktivitas beberapa bakteri yang merugikan dan berpengaruh pada sistem kekebalan tubuh. Selain itu, zat besi juga berpotensi mengakibatkan konstipasi.