Karyakepri.com
Editor's Picks Kepri

Agung Laksono: Kepri Butuh Pemimpin yang Teduh Seperti Ansar Ahmad

Ketua Dewan Pertimbangan DPP Partai Golkar, Agung Laksono. (foto: ist)

Karya Kepri, BINTAN – Ketua Dewan Pertimbangan DPP Partai Golkar yang juga anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Agung Laksono menyatakan, sebagai daerah yang diberi anugerah luar biasa oleh Allah SWT, berupa posisinya yang strategis di jalur perdagangan dunia, Provinsi Kepulauan Riau membutuhkan pemimpin yang teduh. Menurutnya, ada tiga ciri khas pemimpin yang teduh dan meneduhkan bagi masyarakat yang dipimpinnya.

“Satu, sudah pasti harus taat beragama. Kedua, harus kerja keras dan hati nuraninya untuk rakyat. Ketiga, harus memberi contoh yang baik kepada masyarakatnya dengan hidup sederhana,” ujarnya, Jum’at (4/12).

Agung pun mengungkapkan pengalamannya yang dalam beberapa tahun sudah sangat mengenal sosok pribadi calon Gubernur Kepri Ansar Ahmad. “Ansar Ahmad salah satu pemimpin yang teduh. Saya kenal sudah sangat lama. Ansar cocoklah untuk memimpin Kepri ini,” katanya.

Selama mengenal Ansar Ahmad dalam dunia politik RI, Agung mengaku bisa mengenali sosok Ansar Ahmad yang disebutnya sebagai pemimpin yang taat beragama dan rajin salatnya. Kedua, lanjutnya, Ansar merupakan sosok pekerja keras. Terutama ketika menjadi Bupati Bintan dua periode mempunyai prestasi yang sangat bagus.

“Dia juga terus bekerja keras untuk terus membangun infrastruktur demi pemerataan ekonomi di Bintan. Selama jadi anggota DPR RI juga banyak berkontribusi bagi masyarakat Kepri,” jelasnya.

Agung juga mengenal Ansar Ahmad sebagai sosok yang sederhana. Menurutnya, Ansar Ahmad benar-benar mendidik keluarganya dengan sangat sederhana. Terbukti, anak-anaknya tidak ada yang mencari bisnis di pemerintahan, meskipun dia berkedudukan sebagai kepala daerah. Pun istrinya yang sebagai anggota DPRD, juga dikenal sangat sederhana dan rendah hati.

“Ketiga hal ini adalah penting buat masyarakat Kepulauan Riau jika mau daerah ini terus maju, bisa bersaing dan mengejar ketertinggalan,” pungkasnya. (iwan sahputra)