Karyakepri.com
Editor's Picks Ekbis Nasional

Memperkuat Perekonomian Yang Inklusif dari Titik Terendah

Pertemuan Tahunan Bank Indonesi Kepri.(IDNews)

Karya Kepri, BATAM – Seiring tertekannya kondisi perekonomian global maupun domestik sebagai dampak pandemi COVID-19, pertumbuhan ekonomi Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mengalami kontraksi dan mencapai titik terendahnya pada triwulan II 2020 sebesar -6,66% (yoy), turun tajam dibanding triwulan I 2020 sebesar 2,06% (yoy).

Namun, memasuki triwulan III 2020, adanya pelonggaran aktivitas sosial disertai penerapan Adaptasi Kebiasaan Baru dan realisasi program penanganan COVID-19 di daerah dalam bentuk anggaran penanganan kesehatan, dampak ekonomi dan sosial, telah mendorong meningkatnya mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi.

Pertumbuhan ekonomi Kepri pada triwulan III 2020 membaik menjadi minus 5,81% (yoy). Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau, Musni Hardi K. Atmaja, dalam acara Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) memperkirakan proses pemulihan ekonomi tersebut diperkirakan masih akan berlanjut pada triwulan IV 2020 dan lebih kuat pada 2021.

Optimisme tersebut dapat dicapai selain didukung dengan tersedianya vaksin COVID-19 dan penerapan protokol COVID-19 yang disiplin untuk mendorong mobilitas dan aktivitas masyarakat, juga perlu didukung oleh sinergi yang kuat diantara stakeholder terkait, untuk membangun optimisme pemulihan ekonomi serta mencapai pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan inklusif di tahun 2021.

Hal ini diwujudkan dengan mendorong 5 (lima) strategi. Pertama, mendorong sektor-sektor produktif yang memiliki kontribusi besar dan menyerap banyak tenaga kerja, seperti industri pengolahan, konstruksi, pertambangan dan penggalian serta lapangan usaha yang terkait dengan sektor pariwisata antara lain perdagangan besar dan eceran, penyediaan akomodasi dan makan minum serta transportasi, dan menjaga sektor tersebut tetap dapat beroperasi dengan penerapan protokol COVID-19 yang disiplin.